oleh

Tikam Istri Karena Kesal Ditanya Soal Gaji

-Kriminal-dibaca 301 kali

SULTENG RAYA – Seorang suami di Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, ditangkap polisi lantaran diduga melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Jumat (3/12/2021).

Kasus itu terjadi pada Jumat 3 Desember 2021 sekira pukul 09.00 Wita. Dimana pelaku bernisial VV (30) yang berprofesi sebagai sales ini tega menganiaya istrinya berinisial TR (26) menggunakan senjata tajam (sajam) jenis pisau dapur.

“Korban kini menjalani perawatan intensif di Puskesmas Kecamatan Luwuk Utara,” kata Kapolsek Luwuk, AKP Candra.

Kasus itu berawal saat tersangka baru pulang ke rumahnya dalam keadaan mabuk miras jenis cap tikus. Kemudian ditanya istrinya soal gaji hasil kerja yang tidak pernah lagi diberikan.

Baca Juga :   Cari Sisa DPO, Satgas Sisir Hutan Sigi Hingga Lembah Napu

“Karena selama ini pelaku tidak pernah lagi memberikan gaji kepada istrinya,” ujar AKP Candra.

Kesal ditanya soal gaji, terjadilah pertengkaran antara tersangka bersama istrinya. Tersangka kemudian menuju dapur dan mengambil pisau.

“Saat itu tersangka berkata kasar kepada korban, dan langsung menganiaya dengan cara memukul dan menginjak istrinya,” kata AKP Candra.

Ketika penganiayaan itu terjadi, korban berhasil berlari ke jalan, namun dikejar oleh tersangka dan langsung menikam korban (istrinya).

“Tersangka menikam istrinya sebanyak dua kali di bagian bahu dan punggung belakang,” terang AKP Candra.

Usai menikam istrinya, tersangka kemudian masuk ke dalam rumah meninggalkan istrinya yang telah bersimbah di halaman rumah.

Baca Juga :   Cari Sisa DPO, Satgas Sisir Hutan Sigi Hingga Lembah Napu

“Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung menyelamatkan dan membawa korban ke Puskesmas,” sebut AKP Candra.

Polisi yang menerima informasi dari masyarakat terjadinya KDRT langsung menuju TKP dan mengamankan tersangka bersama barang bukti yang digunakan menikam istrinya.

“Tersangka sudah diamankan, selanjutnya kita akan berkoordinasi dengan penyidik Satreskrim Polres Banggai guna proses hukum lebih lanjut,” tegas AKP Candra. */YAT

Komentar

News Feed