oleh

Pemda Parmout Gelar Pelatihan KHA untuk Percepatan KLA

SULTENG RAYA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menggelar pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) dalam rangka percepatan Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Parmout tahun 2021.

Kegiatan yang berlangsung sehari tersebut, dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Parmout, Ir. Lewis di aula kantor Bappelitbangda, Jumat (3/12/2021).

Kepala Sub Bidang Sosial Budaya II, Khairudin, S.Sos, MI.Kom selaku panitia pelaksana dalam laporannya mengatakan, Konvensi Hak Anak merupakan konvensi perjanjian diantara beberapa negara, dan perjanjian tersebut bersifat mengikat secara yuridis dan politis.

Olehnya kata Khaerudin, konvensi merupakan suatu hukum internasional atau biasa disebut sebagai instrumen internasional, dengan kata lain hak anak berarti hak Asasi Manusia untuk anak.

Baca Juga :   Tim Old Star PSM dan Persipal Bakal Main di Tinombo

“Tujuan kegiatan KHA dalam rangka percepatan  KLA Kabupaten Parigi Moutong tahun 2021 adalah menegakkan prinsip-prinsip pengakuan atas martabat yang melekat, dan hak-hak yang sama pada manusia terutama anak-anak sebagai landasan bagi kemerdekaan, keadilan dan perdamaian,” ujarnya.

Sementara, Bupati Parmout yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Ir. Lewis yang membuka kegiatan itu dalam sambutannya mengatakan, anak adalah amanah dan Karunia Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa harus dijaga, karena dalam diri anak melekat harta, martabat dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi.

“Salah satu hak anak yang paling mendasar adalah hak sipil dan kebebasan anak yang terdiri dari sejumlah hak diantaranya adalah hak untuk memperoleh akses atas informasi yang layak bagi anak,” jelasnya.

Baca Juga :   Pemda Parmout Minta Aktivitas Tambang Emas PT Trio Kencana Dihentikan

Hak tersebut kata Lewis, bukan sekadar mengatur bagaimana anak memperoleh akses informasi saja, akan tetapi bagaimana anak terlindungi dari berbagai informasi yang dapat menggangu proses tumbuh kembangnya.

“Ketentuan mendasar mengenai Hak ini terdapat dalam KHA yang telah disahkan Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990. Dalam KHA tersebut disebutkan bahwa anak harus memiliki hak atas kebebasan mengeluarkan pendapat yang mencakup kebebasan mencari, menerima dan memberikan informasi baik secara lisan, tertulis maupun cetak dan dalam bentuk seni atau media lainnya sesuai pilihan anak tersebut,” jelasnya.

Lewis juga menambahkan, tujuan kegiatan itu juga untuk terciptanya peningkatan pengetahuan dan komitmen semua lembaga terkait, baik pemerintah maupun swasta serta masyarakat tentang KHA dan pemenuhan hak anak atas komunikasi dan informasi yang layak di Kabupaten Parmout.

Baca Juga :   Pemda Parmout Minta Aktivitas Tambang Emas PT Trio Kencana Dihentikan

Selain itu lanjut Lewis, pemenuhan hak anak harus tetap diberikan yang terbaik, sehingga anak dapat tumbuh berkembang dan terlindungi dari kejahatan dan diskriminasi.

“Olehnya saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menjadikan acuan bagi OPD dan sektor lainnya untuk memperhatikan hak anak dalam kebijakan dan pelaksanaan program yang akan dijalankan,” katanya. AJI

Komentar

News Feed