oleh

Kejari Parmout Lakukan Restorative Justice Tiga Perkara Pidana

SULTENG RAYA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Moutong (Parmout) melakukan Restorative Justice (RJ) atau penghentian penuntutan terhadap tiga perkara pidana.

Salah satu perkara yang mendapat RJ adalah perkara tindak pidana penadahan dengan tersangka berinisial YSL alias Yl Pasal yang disangkakan adalah pasal 480 ke-1 atau ke-2 KUHP dengan ancaman pidana paling lama empat tahun.

Kepala Kejari Parmout, Muhamat Fahrorozi, SH,MH mengatakan, RJ terhadap kasus tersebut telah mendapat persetujuan Kejaksaan Agung RI berdasarkan Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020.

Fahrorozi mengatakan, garis besar permasalahan yang menimpah Yl adalah menjual barang berupa Hand Phone (HP) yang tadinya merupakan perkara pencurian atas nama terpidana Topan. Yl menjual HP milik korban Siti Parma yang dicuri Topan ke Palu dengan harga Rp950 ribu. Dari hasil penjualan HP itu, Yl mendapat upah sebesar Rp100 ribu dan uang Rp100 ribu itu telah dibelikan susu untuk anaknya.

Baca Juga :   Tim Old Star PSM dan Persipal Bakal Main di Tinombo

Sedangkan, pertimbangan yang dilakukan oleh penuntut umum untuk mengajukan RJ adalah korban dan tersangka telah berdamai tanpa syarat. Latar belakang dilakukannya tindak pidana karena alasan ekonomi. Kemudian keadaan sosial tersangka adalah seorang ibu yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan menjadi tulang punggung keluarga karena suaminya telah meninggal dunia dan mempunyai tiga orang anak yang berumur delapan tahun, tiga tahun dan satu tahun.

“Menurut jaksa penuntut umum dampak yang ditimbulkan berdampak pada kesehatan anak-anaknya, kemudian menimbulkan stigma negatif terhadap tersangka dan anak-anaknya. Selain itu, dari sisi ekonomi tidak ada yang menanggung biaya kebutuhan hidup ketiga orang anak tersangka apabila tersangka menjalani proses hukum,” ujar Fahrorozi kepada wartawan di kantor Kejari Parmout, Kamis (2/12/2021) sore.

Baca Juga :   Pemda Parmout Minta Aktivitas Tambang Emas PT Trio Kencana Dihentikan

“Dari hal tersebut kami telah mengajukan Restorative Justice kepada Kejaksaan Agung setelah sebelumnya kami sudah melakukan ekspos di Kejaksaan Tinggi dan disetujui untuk sampai ke Kejaksaan Agung. Akhirnya Kejaksaan Agung menyatakan bahwa RJ kami diterima sehingga nanti kami akan lakukan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan RJ yang kami ajukan,” tambahnya.

Lanjut Fahrorozi, syarat-syarat pengajuan RJ antara lain adalah, ancaman hukuman terhadap tersangka paling lama lima tahun dan kerugian materil yang ditimbulkan tidak lebih dari Rp2,5 juta. Selain itu sebelumnya sudah ada perdamaian antara korban dan tersangka.

Pada kesempatan itu, Yl menandatangani berita acara RJ perkaranya. Selanjutnya RJ tersebut diserahkan resmi oleh Fahrorozi kepada Yl. Selain menyerahkan berita acara RJ, Fahrorozi juga memberikan bantuan berupa susu bubuk untuk anak-anak Yl. Pemberian susu sebagai wujud empati jajaran Kejari Parmout terhadap Yl dan anak-anaknya.

Baca Juga :   Tim Old Star PSM dan Persipal Bakal Main di Tinombo

Sementara, dua perkara pidana lainnya yang telah mendapat RJ adalah perkara penganiayaan di wilayah Kecamatan Ampibabo antara isteri ketiga dan keempat dari salah seorang warga setempat atas nama tersangka dengan inisial SLM dan RMT yang melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP. Kedua tersangka telah melakukan perdamaian tanpa tekanan sehingga perkara keduanya mendapat persetujuan RJ dari Kejaksaan Agung. AJI

Komentar

News Feed