oleh

DI PASAR MULAI NAIK, RPK Bulog Sediakan Bawang Putih Upaya Stabilisasi Harga

-Ekonomi-dibaca 215 kali

SULTENG RAYA – Perusahaan Umum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah memanfaatkan instrumen kemitraan dengan UMKM, Rumah Pangan Kita (RPK) dalam upaya stabilisasi harga kebutuhan pokok menjelang natal dan tahun baru, salah satunya komoditi bawang putih.

Pantauan Sulteng Raya, di Pasar Induk Tradisional (PIT), komoditi bawang putih mulai bergerak naik dari harga normal Rp28.000-Rp30.000 per kilogram (kg), menjadi maksimal Rp35.000 per kg.

“Stok gelombang pertama kemarin 13,5 ton, sekarang tinggal 7 ton-an. Selain digelontorkan ke pasar (komoditi bawang putih), RPK menjadi sarana Bulog menyalurkan bawang putih,” kata Kepala Bidang Komersial Bulog Kanwil Sulteng, Aan As Arri Wijaya kepada Sulteng Raya, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga :   Penanganan Pandemi Baik Diyakini Topang Kinerja IHSG 2022

Ia mengatakan, RPK menjajakan komoditi bawang putih dengan harga maksimal Rp30.000 per kg, sehingga jauh lebih terjangkau dibandingkan di pasar saat ini.

Selain itu, kata Aan, Bulog juga mendistribusikan pasokan bawang putih untuk keperluan kegiatan pasar murah di Kabupaten Donggala yang bersinergi dengan Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Donggala di hampir seluruh kecamatan di daerah tersebut.

BULOG JUGA JAMIN STOK KOMODITI LAIN

Sementara itu, Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog Kanwil Sulteng, Basirun, mengatakan, Bulog juga menjamin bahan kebutuhan pokok lainnya.

“Untuk kondisi harga bahan pokok yang ada saat ini umumnya ditangani Bulog masih stabil, dengan pasokan yang memadai,” katanya

Pihaknya berharap dalam menghadapi akhir tahun kondisi tersebut masih tetap terjaga dengan baik.

Baca Juga :   Laris Manis di 2021, Market Share Wuling Tumbuh 8,6 % di Sulawesi

“Stok beberapa komoditi pokok jumlahnya sangat mencukupi. Seperti beras kami sediakan totalnya 16.778 ton. Sementara minyak goreng kurang lebih ada sekitar 89.500 liter,” ungkapnya.

Selain itu, stok gula pasir tersedia 46.500 kilogram atau 46.5 ton. Begitu pula ada tambahan yang masih dalam proses pembelian dari Jawa Tengah yang mencapai sebanyak 350.000 kilogram.

“Kalau untuk daging kerbau kami sediakan totalnya sejumlah 14.000 kilogram atau 14 ton, ditambah daging ayam beku 24.550 kilogram, serta telur ayam ras hampir sekitar 23.000 kilogram,” ucapnya. RHT

Komentar

News Feed