oleh

Nur Rahmatu Gelar Reses di Empat Titik

SR Ads

SULTENG RAYA – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout), H Moh Nur Dg Rahmatu menggelar penjaringan aspirasi masyarakat (reses) di empat titik selama dua hari pada 28-29 November 2021.

Keempat titik yang menjadi sasaran kegiatan reses tersebut masing-masing, Desa Lombok Kecamatan Tinombo, Sidoan Barat Kecamatan Sidoan, Maleali Kecamatan Sausu dan Desa Astina Kecamatan Torue.

Seperti biasa dalam setiap kegiatan reses, legislator Partai Demokrat tersebut mengawali sambutannya dengan menyampaikan pesan-pesan pembangunan dan kemasyarakatan temasuk menyampaikan tugas-tugas anggota DPRD dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat yang diwakilinya.

Selain itu, Nur Rahmatu juga selalu mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap bahaya virus COVID-19 yang hingga kini masih mengancam, walaupun kasus COVID-19 di Sulteng sudah melandai. Pimpinan Komisi II DPRD Sulteng itu, selalu mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan yakni selalu memakai masker, mencuci tangan pada air yang mengalir dan menghindari kerumuman.

Dia juga mengajak masyarakat yang belum divaksin agar segera mengikuti kegiatan vaksinasi. “Setelah divaksin dan tetap menjalankan protokol kesehatan terutama memakai masker maka Insyah Allah kita akan terhindar dari bahaya COVID-19. Untuk itu, bagi masyarakat yang belum divaksin, segeralah mengikuti kegiatan vaksinasi di puskesmas atau kantor desa setempat,” ujarnya.

Sementara, dalam kegiatan reses tersebut banyak permintaan yang disampaikan oleh masyarakat baik disampaikan secara langsung maupun melalui proposal yang sudah mereka siapkan. Beberapa permintaan masyarakat yang disampaikan pada kegiatan reses itu diantaranya pembukaan jalan ke kantong produksi, permintaan bantuan untuk rumah ibadah, pemasangan bronjong untuk mengatasi bahaya banjir, permintaan pupuk, pengadaan meteran listrik serta berbagai permintaan bantuan lainnya dari masyarakat.

Berbagai permintaan masyarakat tersebut, ditanggapi dengan bijak oleh Nur Rahmatu. Dia mengatakan, realiasi dari permintaan tersebut akan dilakukan dengan skala prioritas. Artinya kebutuhan yang dianggap paling mendesak akan didahulukan yang disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

“Berbagai permohonan ini tidak bisa lagi dianggarkan melalui APBD regular tahun 2022 karena APBD tahun 2022 tersebut sudah akan disahkan malam ini (tadi malam). Sebagian dari permohonan bantuan ini kemungkinan baru bisa direalisasikan melalui APBD-Perubahan tahun 2022 atau melalui APBD regular tahun 2023. Terus terang saya juga heran kenapa kami dijadwalkan melakukan kegiatan reses menjelang akhir ketika pembahasan APBD sudah selesai,” jelasnya. AJI

Komentar

News Feed