oleh

49 Pasutri di Palu Ikut Sidang Isbat Nikah

-Kota Palu-dibaca 74 kali

SULTENG RAYA – Kementerian Agama Kota Palu  bekerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dan Pengadilan Agama (PA) Palu  melakukan sidang terpadu Istbat  nikah di Aula Kantor Camat Palu Barat, Jumat (26/11/2021). 

Sidang Itsbat  kali ini diikuti 49 pasang suami istri (pasutri). Tujuannya, perkawinannya dapat diakui secara hukum agama dan hukum negara. 

Alhamdulilah, lewat program ini (isbat nikah, red) masyarakat Kota Palu yang belum melakukan penetapan perkawinan, dapat memperoleh dokumen kewarganegaraan.  Namun harus didata,  berapa lagi pasangan di Kota Palu yang belum memiliki buku nikah (tercatat),” kata Kakankemenag Kota Palu, Nasruddin L Midu.

Nasruddin berharap, kesadaran para pasangan menikah di KUA semakin meningkat. Karena, tanpa tercatat di KUA merupakan bentuk pelanggaran terhadap Undang-undang. 

Baca Juga :   Tahun Ini, Insentif Padat Karya Bakal Naik Lagi

“Menurut UU Nomor  1 Tahun 1974  yang telah di revisi menjadi UU Nomor 16 tahun 2019 Itsbat nikah itu melanggar, tetapi ini merupakan terobosan hukum untuk membantu masyarakat yang belum punya identitas hukumnya, ” ungkapnya.

Apalagi, kata dia, proses administrasi pernikahan di KUA tidaklah sulit. Sekarang, siapa saja bisa menikah secara gratis di KUA. 

“Itsbat nikah itu mudah, tapi jangan dimudah-mudahkan. Karena menikah di di KUA nol rupiah biayanya, kecuali jika nikah di rumah atau di luar jam kantor, baru ditetapkan biayanya sekitar Rp600 ribu. Ingat! bukan Rp1 juta, apalagi Rp1,5 juta,” jelas Nasruddin.

Ia juga mengimbau kepada para peserta yang mengikuti sidang Itsbat, kiranya menyampaikan kepada saudaranya, tetangganya yang akan mengadakan pernikahan jangan ragu untuk menggelar  di KUA.

Baca Juga :   Dorong Keterwakilan Perempuan di Pemilu, Sikola Mombine dan KPU Sulteng Teken Kerjasama

“Karena biar bagaimanapun, ikatan pernikahan merupakan suatu yang sakral, mari jadikan (pernikahan) diakui secara hukum agama dan hukum Negara,” ucapnya.HGA

Komentar

News Feed