oleh

KDRT Masih Mendominasi Kasus Kekerasan Perempuan

-Kota Palu-dibaca 120 kali

SULTENG RAYA – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu, mengatakan, hingga kini, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih mendominasi untuk kasus kekerasan terhadap perempuan.

“Kalau, untuk pemicu kasus tindak kekerasan pada perempuan yang mendominasi saat ini yakni masih kasus KDRT,” kata Kepala Seksi Perlindungan Perempuan DP3A Kota Palu, Surtin, Jumat (26/11/2021).

Selain KDRT, penyebab lain paling banyak ditemukan adalah faktor ekonomi, perselingkuhan hingga media sosial (medsos).

“Tidak hanya itu, penyebab kekerasan pada perempuan juga diakibatkan oleh faktor tidak matangnya usia perkawinan karena usia muda sudah menikah, masih egois dan belum ada kematangan usia menikah jadi pemahaman masih kurang,” jelasnya.

Baca Juga :   Kaper Tenny Luncurkan Pelayanan Mini Pil KB

Dalam rangka memberikan perlindungan terhadap korban kekerasan, DP3A Kota Palu menyediakan sejumlah layanan. Salah satinya, layanan psikolog.

“Untuk akses layanannya, kalau pihak terkait melaporkan kepada DP3A, kami akan melakukan assessment, apakah  pihak itu butuh atau tidak layanan psikolog karena tidak semua korban memerlukan psikolog dan tentunya layanan ini gratis,” ucapnya.

Selain itu, adapula rumah aman yaitu rumah perlindungan untuk perempuan dan anak  bersifat rahasia. Rumah tersebut tentunya diperuntukan bagi korban kekerasan pada perempuan dan anak.

“Rumah aman ini, diperuntukan bagi korban kekerasan pada perempuan dan anak, ketika mereka merasa dirinya terancam dan sudah dilakukan assessment dari kepolisian bahwa ditinjau dari segi keselamatan memang tidak aman, makanya mereka direkomendasikan untuk masuk rumah aman,” ujarnya.

Baca Juga :   Sekkot Palu Definitif Dilantik Hari Ini

Sebagai informasi tambahan, jumlah kasus kekerasan pada perempuan pada perode Januari 2021-Juni 2021 yang dilaporkan ke DP3A tercatat sebanyak 50 kasus. Sementara itu, data semester II masih dalam proses penginputan. ULU

Komentar

News Feed