oleh

HUT PGRI ke -76, Guru Diimbau untuk Tetap Menjaga Integritas

-Pendidikan-dibaca 82 kali

SULTENG RAYA- Pada upacara perayaan HUT ke 76 Persatuan Guu Republik Indonesia (PGRI) yang dilaksanakan di halaman kantor Wali Kota Palu, Kamis (25/11/2021), Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., dalam sambutannya yang dibacakan  oleh Ketua PGRI Sulawesi Tengah, Syam Zainai, S.Pd, M.Si., mengimbau dan mengajak para Guru untuk tetap menjaga integritas dan menjadi contoh dalam pendidikan karakter.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang akan terus diperjuangkan PGRI, Kami mohoh kawan-kawan bekerja dengan sungguh-sunguh, menjaga integritas, jangan mudah meninggalkan ruang kelas. Kita berbagi tugas, kualitas pembelajaran adalah tugas dan tanggung jawab yang harus dipegang teguh para guru, dan memperjuangkan aspirasi para guru selaku anggota adalah komitmen pengurus,” katanya.

Baca Juga :   Warek Bidang Kemahasiswaan Untad, Sosialisasi Penerimaan Maba

Selain itu, dirinya juga meminta para pengurus PGRI agar bekerja keras dalam mengawal perjuangan dan aspirasi tiap anggota.

“Jadikan PGRI sebagai rumah belajar dan rumah yang nyaman bagi semua anggotanya, untuk itu Kami mohon agar para pengurus PGRI di berbagai tingkatan mulai dari Pengurus Besar hingga ranting bekerja keras mengawal perjuangan dan aspirasi anggota,” katanya

“PGRI adalah mitra strategis Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam memajukan pendidikan, dan menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan dengan arif dan bijaksana, agar tercapai sinergi yang optimal untuk mencapai pendidikan nasional bermutu untuk lndonesia unggul,” katanya menambahkan

Sehubungan dengan itu, dirinya menyampaiakan terima kasih kepada seluruh guru, pendidik, tenaga pendidikan, dan utamanya guru honorer yang selama ini telah mengisi kekosongan formasi guru dengan mengajar sepenuh hati, menurutnya berkat dedikasi para guru sehingga pendidikan terus mengalami peningkatan.

Baca Juga :   Prodi Magister Ilmu Komunikasi Untad Gelar Workshop Visi Misi

“Dapat dibayangkan bagaimana berlangsungnya pembelajaran apabila gurunya tidak ada. Wajar, apabila berbagai pihak memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan dan peningkatan kualitas guru,” katanya

Selain itu, dirinya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah mendengar masukan para guru melalui PGRI di pusat maupun dari berbagai daerah untuk pemberian afirmasi yang berkeadilan dan memperhatikan masa pengabdian para gura hanorer yang usianya di atas 35 tahun.

“Apresiasi kepada pemerintah daerah yang terus berkomitmen memberikan perhatian pada peningkatan kesejahteraan guru honorer di daerah, dan memberikan kesempatan setara kepada semua guru tanpa membedakan Status mereka untuk beroleh kesempatan meningkatan kapasitas profesi,” katanya.

“Kami juga berharap bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus kepada guru honorer di daerah 3T yang saat ini benar-benar membutuhkan kejelasan status mereka sebagai guru dan tenaga kependidikan. Mohon kiranya model rekrutmen guru honorer dan tenaga kependidikan khususnya di daerah 3T dilakukan sesama guru dari daerah 3T dengan pola yang dipersiapkan secara tersendiri,” ucapnya.JAN

Komentar

News Feed