oleh

Dampak Pandemi, Pendapatan Premi Asuransi Umum di Sulteng Menurun

-Kab. Poso-dibaca 99 kali

SULTENG RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah menyebutkan, pendapatan premi perusahaan asuransi umum di daerah mengalami penuruan di triwulan III 202.  

Besaran realisasi Rp129 miliar, mengalami kontraksi penurunan sebesar 18,34 persen dibandingkan triwulan (Tw) III tahun lalu (yoy).

Hal itu juga diikuti dengan beban klaim yang ikut mengalami penurunan  sebesar Rp19,93 miliar atau 30,87 persen atas TW III tahun lalu.

Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sulteng, Wahyu Krisnanto, memaparkan sejumlah penyebab asuransi umum masih loyo dalam penghimpunan premi.

Diantaranya, industri mengalami tekanan pascapandemi, menyebabkan turunnya demandside atau kebutuhan akibat adanya pembatasan mobilitas.

Baca Juga :   Patroli Malam, Polres Poso Imbau Masyarakat Ikuti Vaksinasi COVID-19

Sebab lainnya, adanya penundaan ekspansi pelaku ekonomi, termasuk didalamnya perlambatan penyaluran kredit/pembiayaan kendaraan bermotor hingga properti.

“Asuransi umum masih banyak tekanan, penghimpunan premi makin mengecil, pendapatan premi yang tidak bisa ditingkatkan mismatch likuiditas asuransi umum masih relatif sehat,” katanya, Rabu (24/11/2021).

“Harapannya keseimbangan pembayaran premi ini bisa meningkat supaya terjadi keseimbangan klaim. Perusahaan asuransi punya dana besar yang diinvestasikan di pasar modal, obligasi, jadi kalau terjadi insolvent di perusahaan asuransi, nanti jatuhnya dana-dana di pasar modal itu yang sifatnya jangka panjang ini akan ditarik oleh yang punya dana perusahaan asuransi, nanti bisa terjadi penurunan nilai di pasar modal,” katanya.

Berbeda dengan asuransi umum, asuransi jiwa justru mengalami kontaksi yang positif. Tercatat secara keseluruhan dengan indikator yoy di TW III, pendapatan premi tercatat sebesar Rp324 miliar dengan presentase peningkatan sebesar 10,24 persen.

Baca Juga :   Patroli Malam, Polres Poso Imbau Masyarakat Ikuti Vaksinasi COVID-19

Beban klaim pun demikian, tercatat kata Wahyu, pada TW III beban klaim sebesar Rp278 miliar,meningkat sebesar Rp39,78 miliar atau secara presentase sebesar 16,67 persen. RHT

Komentar

News Feed