oleh

OJK Rangkul Google Meminimalisir Akses Pinjol Ilegal

-Ekonomi-dibaca 76 kali

SULTENG RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meminimalisir masyarakat mengakses pinjaman online (pinjol) ilegal. Upaya itu diwujudkan salah satunya bekerja sama dengan google untuk dilakukan filter aplikasi yang disinyalir menjadi aplikasi pinjol ilegal.

“Kami sudah kerja sama dengan google, google yang punya otorisasi di playstore, kebanyakan aplikasi ini didownload di playstore. Supaya tidak sembarang aplikasi pinjol ilegal masuk di playstore, kami ada MoU, per 8 Juli 2021 untuk Indonesia dan India, itu yang mau upload aplikasi di playstore harus lampirkan ijin dari otoritas terkait,” kata Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sulteng, Wahyu Krisnanto, Rabu (23/11/2021).

Terkait efek jera, diakuinya saat ini penangananya masih bersifat pendekatan pidana umum yang notabenenya belum optimal.

Baca Juga :   Gercep, Pengelola Donasi Konsumen Alfamidi Bantu Erupsi Semeru

“Kalau pendekatan pidana umum tentunya efek jerahnya hanya berlaku pada indvidu oknum dari perusahaan, sulit sekali dijerat pidana korporasi kepada entitas,” ujar Wahyu.

Sementara itu, terkait fintech P2PL legal, Wahyu menjabarkan bahwa entitas pada prinsipnya sebagai perantara. Perantara antara orang yang meminjamkan dengan yang mau pinjam uang. “Jadi fintech ini tidak secara langsung kasih pinjaman, itu prinsipnya, perusahaan memfasilitasi sistem informasi,” katanya.

“OJK dalam hal ini hanya bisa sifatnya sangsi administratif, tentunya pada siapa? pada perusahaan yang terdaftar dan diawasi OJK,” tuturnya.

Untuk diketahui, per 30 September 2021, peminjam di fintech P2PL di Sulteng ada 167.000 rekening dengan total akumulasi pinjaman Rp695 miliar. RHT

Komentar

News Feed