oleh

Perekonomian Sulteng Tahun 2022 Diproyeksi Tumbuh Tinggi

-Ekonomi-dibaca 137 kali

SULTENG RAYA – Perekonomian Sulawesi Tengah diproyeksi tumbuh tinggi pada tahun 2022. Faktor penopang pertumbuhan ekonomi tahun 2022 secara umum, karena tren membaiknya kondisi ekonomi global, positifnya kinerja ekspor daerah, peningkatan investasi langsung serta perbaikan konsumsi rumah tangga.

“Berdasarkan hasil asesmen kami, ekonomi Sulawesi Tengah pada tahun 2022 diperkirakan tumbuh tinggi pada kisaran 9,7 – 10,7 persen (yoy),” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah, M. Abdul Majid Ikram pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Hotel Santika, Rabu (24/11/2021).

Secara detail, M. Abdul Majid mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sulteng ditopang oleh peningkatan ekspor yang berasal dari penambahan kapasitas produksi. Kemudian,  realisasi komitmen pembangunan di kawasan industri di Morowali, Morowali Utara dan KEK Palu akan mendorong peningkatan investasi, serta peningkatan konsumsi rumah tangga sejalan dengan peningkatan tingkat vaksinasi.

Baca Juga :   Petani di Sulteng Cuan, NTP Terus Tunjukkan Tren Positif

Untuk Inflasi Sulawesi Tengah di 2022,  M. Abdul Majid mengaku optimis dapat dikendalikan pada kisaran 3±1 persen (yoy).

“Dari sisi inflasi core, perlu diantisipasi tingginya optimisme ekspektasi terhadap tingkat pendapatan pada 2022. Disamping itu, faktor gangguan rantai pasok global di 2021 juga berpotensi berlanjut hingga tahun 2022,” katanya.

Sementara itu, dari sisi volatile foods, tantangan terbesar berasal dari potensi gangguan produksi akibat masih berlangsungnya perbaikan sarana dan prasarana penunjang produksi pertanian, serta adanya perubahan iklim. Kemudian pada kelompok administered price, risiko tekanan yang berasal dari tren kenaikan harga minyak mentah global dan kenaikan cukai rokok.

“Menghadapi tantangan yang tidak mudah tersebut, TPID perlu melakukan langkah-langkah antisipatif khususnya dalam menjaga ketersediaan stok pangan. Untuk itu sinergi menjadi kata kunci dalam mengendalikan inflasi,”jelasnya.

Baca Juga :   Gebyar Toyota Hadir di BNS Palu, DP Super Ringan dan Promo Terakhir PPnBM 0%

Bank Indonesia juga merekomendasikan enam langkah dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi Sulteng lebih lanjut. Menurut M. Abdul Majid Ikram, langkah  

Pertama yang perlu dilakukan yakni persiapan yang matang dan terencana untuk menjadikan Sulteng sebagai penyangga ibu kota negara (IKN), khususnya dalam hal pemasok bahan pangan, olahan material bangunan, dan sumber daya manusia.

Kedua, pembangunan jaringan infrastruktur perlu diintensifkan dalam rangka mendorong pertumbuhan investasi dan mengurangi kesenjangan pembangunan antar kabupaten/kota.

Ketiga, perlu adanya peningkatan nilai tambah sumber daya alam melalui penguatan industri hulu yang terintegrasi antara industri hulu dan hilir.

Keempat, mendorong pertumbuhan kawasan produksi dan pusat ekonomi lainnya, khususnya UMKM, sebagai penggerak utama pertumbuhan daerah. Kelima, membangun ekonomi dari desa, dengan meningkatkan value added dari dana desa dan pengembangan desa digital yang sudah tersambung dengan Palapa Ring. Keenam, optimalisasi keuangan daerah dengan digitalisasi transaksi keuangan daerah, seperti elektronifikasi transaksi pemda (ETP) untuk mendorong peningkatan penerimaan asli daerah. WAN

Komentar

News Feed