oleh

Wali Kota Palu Raih Penghargaan Indonesia Awards 2021

-Kota Palu-dibaca 116 kali

SULTENG RAYA – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, mendapatkan penghargaan Indonesia Awards 2021 dengan kategori apresiasi ‘Resident Administration System’ di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Indonesia Awards merupakan event tahunan diselenggarakan iNews untuk memberikan apresiasi tinggi kepada para pemimpin daerah, nasional dan lembaga di Indonesia.

Wali Kota Hadianto, mengatakan, penghargaan yang diraih itu merupakan hasil kerja keras dari semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, sehingga mendapat perhatian dari iNews.

Menurutnya, Pemkot Palu belakangan terus berupaya melakukan perbaikan-perbaikan pelayanan agar lebih cepat dan lebih dekat dengan masyarakat.

“Alhamdulillah, pelayanan yang tadinya dirasa masyarakat itu begitu sulit, dengan sistem yang kami lakukan, semua bisa lebih cepat,” kata Wali Kota Hadianto.

Baca Juga :   TP3 Kabonena Siap Jemput Sampah di RT 04/RW 04

Ia mengungkapkan, pemberian apresiasi kepada Pemerintah Daerah (Pemda), pastinya akan memotivasi daerah semakin berupaya menciptakan inovasi-inovasi begitu besar.

“Bagi kami Pemerintah Kota Palu, penghargaan bukan menjadi tujuan. Tetapi kami menyadari bahwa pemerintah hari ini adalah pelayan masyarakat. Sehingga bagaimana kita berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.

Sebagai informasi tambahan, disadur dari inews.id, sebagai salah satu special event tahunan, Indonesia Awards 2021 memberikan apresiasi tinggi kepada para pemimpin daerah, nasional, dan lembaga di Indonesia.

Indonesia Awards 2021 menghadirkan beberapa penghargaan terbaik dalam dua kategori, yaitu penghargaan nasional dan penghargaan daerah terbaik, meliputi gubernur, bupati dan wali kota serta Badan Usaha Milik Daerah.

Baca Juga :   PERINGATAN HDI 2021, Kadinsos Romy Ajak Masyarakat Dukung Kemandirian Penyandang Disabilitas

Penjaringan penghargaan daerah terbaik tersebar luas ke 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Penjaringan tersebut dilakukan berdasarkan kriteria empiris melalui dua indikator, yaitu penanganan kesehatan yang terdiri dari epidemiologi, perubahan perilaku, dan penerapan PPKM Mikro (sistem BLC).

Kedua, indikator ekonomi yang terdiri dari data ekonomi daerah seperti Produk Domestic Regional Bruto (PDRB), Community Channel Index (CCI), Investasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dsb. Dari data tersebut didapatkan urutan indeks tertinggi hingga terendah dari seluruh daerah. HGA

Komentar

News Feed