oleh

Lagi, Kejari Poso Lakukan Restorative Justice Kasus KDRT

-Kab. Poso-dibaca 209 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Poso kembali melakukan Restorative Justice (keadilan restoratif) untuk yang kedua kalinya. 

Kajari Poso, LB Hamka dihadapan awak media pada Rabu (24/11/2021) mengatakan, untuk perkara yang kedua yang  dilakukan proses melalui peradilan restoratif adalah perkara kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dengan tersangka Efraim Anthoni Tamboto alias Aim yang diduga telah melakukan penganiyaan terhadap saksi korban Fitria Sumalu Djafar.

Lebih jauh kata LB. Hamka, bahwa keputusan Restorative Justice terhadap kasus tersebut diambil berdasarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif No: B-929/P.2.13/Eku.2/11/2021 tanggal 23 November 2021, yang dikeluarkan oleh Kejari Poso sebelumnya.

“Bahwa tersangka dengan pihak Korban telah sepakat untuk damai dan telah ada pemulihan pada keadaan semula, sehingga perkara tindak pidana kekerasan KDRT ini kita hentikan penuntutannya,” kata LB Hamka di kantor Kejari Poso.

Baca Juga :   Satgas Madago Raya Dukung Sogili Tolerunsi Poso 2022

Lanjut kata LB Hamka menjelaskan, tersangka dan pihak korban telah menyetujui upaya perdamaian yang ditawarkan sebelumnya oleh penuntut umum dan sepakat untuk melaksanakan proses perdamaian pada tanggal 15 November 2021 di kantor Kejari Poso, dengan syarat sebagaimana tertuang dalam Surat Kesepakatan Perdamaian antara kedua belah pihak, yang disusul sehari kemudian dilaksanakannya ekspose penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif di tingkat Kejati Sulteng secara virtual yang dihadiri oleh Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Sulteng, Kepala Kejari Poso, Koordinator Tindak Pidana Umum, Kasi Oharda pada Aspidum Kejati Sulteng dan Kasi Pidum Kejari Poso.

Yang dikuatkan oleh keputusan Kejagung RI atas keputusan Kejati Sulteng pada tanggal 23 November 2021, yang disusul memerintahkan Kepala Kejari Poso untuk menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan berdasarkan keadilan restoratif dengan tersangka atas nama Efrain Anthoni Tamboto alias Aim, warga Desa Tambaro Kecamatan Lage.

Baca Juga :   Satgas Madago Raya Dukung Sogili Tolerunsi Poso 2022

“Dalam Keputusan Kejagung RI menguatkan putusan di tingkat Kejati Sulteng yang menyatakan, menyetujui penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif terhadap tersangka atas nama Efraim Anthoni Tamboto alias Aim,” ucap LB Hamka.

Sebelumnya, dalam uraiannya Kejari Poso mengatakan tersangka Efraim Anthoni Tamboto alias Aim tersandung Kasus dugaan penganiayaan sebagaimana termaktub dalam Pasal 44 Ayat (4) Jo Pasal 5 huruf a UU No 23 Tahun 2004 tentang KDRT yang diancam dengan hukuman penjara selama-lamanya 4 (Empat) bulan.

Pelaksanaan Restorative Justice Berdasarkan Pasal 1 Ayat (1) Perja Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

“Pengertian Keadilan Restoratif atau keadilan restoratif adalah penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan bukan pembalasan,” jelasnya. SYM

Baca Juga :   Satgas Madago Raya Dukung Sogili Tolerunsi Poso 2022

Komentar

News Feed