oleh

OJK Sebut Indikator Kinerja Perbankan di Sulteng Baik

-Ekonomi-dibaca 70 kali

SULTENG RAYA – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah, Gamal Abdul Kahar, menyebut, kinerja perbankan di Sulteng berjalan cukup baik ditinjau dari sejumlah indikator.

Ia mengatakan, hal tersebut tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi dari berbagai stakeholder. OJK mencatat, aset perbankan per September 2021 sebesar Rp48,49 triliun atau meningkat 9,09 persen jika dibandingkan dengan September tahun lalu (yoy).

Hal sama juga terjadi pada sisi kredit. Kredit perbankandi Sulteng tercatat sebesar Rp35,37 triliun dengan pningkatan presentase sebesar 15,46 persen.

“Begitu pula dari aspek penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp27,53 triliun dengan peningkatan yang cukup signifikan yakni sebesar 5,29 persen, begitu juga dengan NPL perbankan yang stabil di angka 2,64 persen.

Baca Juga :   Transaksi AgenBRILink Tembus Rp1.000 Triliun

“Industri Jasa Keuangan termasuk perbankan merupakan sektor vital untuk menopang perekonomian nasional dan domestik, layaknya pembuluh darah pada tubuh manusia, apabila terjadi sumbatan yang tidak tertanggulangi dapat menyebabkan total collapse dan kematian.

Oleh karena itu, kata Hamal, mengantisipasi pemburukan yang tidak diinginkan, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan.

“Menindaklanjuti PERPPU tersebut, OJK merespons dengan cepat melalui penerbitan POJK No.11/2020 tentang Stimulus Perekonomian Sektor Perbankan dan POJK No.14/2020 tentang Stimulus Perekonomian Sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB),” tuturnya.

Baca Juga :   CEK HARGA KE POLOSOK, Bea Cukai Pantoloan Edukasi Masyarakat Soal Rokok Ilegal

Kebijakan tersebut bertujuan untuk mendorong kinerja Lembaga Jasa Keuangan khususnya fungsi intermediasi, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemberian perlakuan 2 khusus terhadap kredit atau pembiayaan debitur yang terdampak Covid-19 termasuk debitur usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). RHT

Komentar

News Feed