oleh

Apel Kesiapsiagaan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana Digelar di Sigi

-Kab. Sigi-dibaca 76 kali

SULTENG RAYA – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sigi, menggelar apel kesiapsiagaan dan pelatihan penanggulangan bencana menghadapi potensi banjir akibat cuaca ekstrim.

Kegiatan tersebut digelar di Bendungan irigasi gumbasa Desa Pandere, Kabupaten Sigi, Rabu (17/11/2021).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Sigi Moh Irwan, Kapolres Sigi AKBP Reja A. Simanjuntak, Kepala Badan Wilayah Sungai Sulawesi III Taufik, Kepala BPBD Sigi diwakili Plt. Kepala Seksi Kedaruratan Moh. Darwis, Kasubsektor Gumbasa Polsek Biromaru Ipda Abdurahman, Danramil Sigi Biromaru diwakili Danpos Gumbasa Peltu Umar, Komunitas Pelindung Sungai, serta peserta apel kesiapsiagaan bencana.

Bupati Sigi, Moh Irwan dalam amanatnya mengatakan, apel kesiapsiagaan ini bertujuan untuk menyiapkan pasukan dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) terkait atau antar lembaga dalam mengantisipasi terjadinya bencana di wilayah setempat.

Baca Juga :   Canopy Trail Batal Dibangun di Danau Tambing

“Semua stakeholder dan unsur-unsur relawan atau komunitas kita siagakan dalam rangka penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Sigi,” katanya pada apel kesiapsiagaan bencana.

Dikatakannya, wilayah Sigi saat ini masuk sebagai daerah terdampak bencana alam, puncak musim hujan diprediksi terjadi jelang akhir tahun 2021-2022. Karena itu, semua pihak saling berkolaborasi melakukan mitigasi bencana.

“Kita juga bukan hanya menyiagakan pasukan saja, tetapi kita lakukan simulasi apa yang dilakukan, bagaimana menggunakan alat-alat yang bisa digunakan pada saat operasi penyelamatan yang dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, dari pihak Pemerintah Kabupaten Sigi akan melakukan pemetaan wilayah-wilayah rawan bencana. Baik itu bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan lain sebagainya.

Baca Juga :   Canopy Trail Batal Dibangun di Danau Tambing

“Nanti dari Pemkab Sigi akan meninjau kecamatan-kecamatan yang berpotensi terjadinya bencana banjir, tetapi biasanya klasik untuk daerah-daerahnya,” tuturnya.

Kemudian kata Bupati, untuk tindakan yang harus dilakukan saat terjadinya bencana alam, pihaknya akan mengerahkan dan memberikan dukungan, baik itu personel, peralatan, sarana dan prasarana ke lokasi bencana. Selanjutnya, membantu menyiapkan jalur evakuasi pencarian dan penyelamatan bagi korban yang terdampak.

“Kita juga harus siapkan jalur evakuasi, bagaimana nanti membawa masyarakat yang nantinya kita bawa ke titik pengungsian atau titik evakuasi,” katanya.

Selain menyiapkan jalur evakuasi korban bencana, dilakukan juga penyimpan bantuan layanan kesehatan, distribusi logistik dan lain sebagainya. */YAT

Komentar

News Feed