oleh

Reuni Akbar SMT Pertanian-SPP SNAKMA: Rangkai Kisah, Jalin Silaturahmi

-Kota Palu-dibaca 237 kali

SULTENG RAYA – Alumni Sekolah Menengah Teknologi (SMT) Pertanian dan Sekolah Pembangunan Pertanian Sekolah Menengah Peternakan (SPP SNAKMA) menyelenggarakan Reuni Akbar dengan mengangkat tema ‘Merangkai Kisah, Menjalin Silaturahmi’. Puncak perayaan Reuni Akbar dilaksanakan di The Bandsaw Fishing & Resto, Jalan Touwa, Kota Palu, Jumat (19/11/2021) malam.

Sebelum puncak perayaan reuni akbar, telah dilaksanakan juga rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mempererat persaudaraan seperti bermain game, musik, dan membagi-bagikan doorprize kepada para alumni.

Ketua Panitia Pelaksana, Abdul Razak (Alumni 94), mengatakan, reuni sejatinya direncanakan terlaksana pada 2020. Namun, karena situasi pandemi Covid-19 di seluruh Indonesia, termasuk Kota Palu yang berjibaku dalam penanganan pandemi, akhirnya kegiatan baru terealisasi pada November 2021 ini.

Dalam sambutannya, Abdul Razak, mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh panitia dan donatur yang telah membantu, bekerja sama, sehingga reuni dapat terlaksana dengan baik.

Baca Juga :   Persekutuan Oikumene BTN Korpri Kawatuna Rayakan Natal Secara Prokes

Menurutnya, tujuan dari reuni adalah menyatukan kisah seluruh lintas alumni dan para dewan guru yang sudah lama terpisah dengan jarak dan kesempatan disebabkan kesibukan pribadi, pekerjaan, maupun tugas.

“Tapi Alhamdulillah berkat ide, kerja sama dan upaya dari kakak-kakak semuanya yang telah mengawali gagasan reuni, maka terbentuk lah yang namanya group IKABA, Group Angkatan dan bahkan grup seluruh alumni dan para dewan guru,” tuturnya.

“Jadi kisah yang lama kita waktu sekolah, kita bercerita kembali sehingga terbentuklah tali silaturahmi sesama lintas alumni juga dengan para dewan guru,” ujarnya menambahkan.

Ia mengatakan, reuni yang menggabungkan dua sekolah yakni SMT Pertanian dan SPP SNAKMA sejatinya sudah sangat wajar. Sebab, kedua institusi bagaikan kakak dan adik yang dilahirkan dari rahim yang sama yakni Yayasan pendidikan Pembangunan Pertanian (YP3i), Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Sulteng, yang dahulu di ketuai oleh pendiri Yayasan, Ir. Yahya Ponulele dan Ir. Ilyas Laraga.

Baca Juga :   PERINGATAN HDI 2021, Kadinsos Romy Ajak Masyarakat Dukung Kemandirian Penyandang Disabilitas

“Pesan penting lainnya, seiring bertambahnya usia kita sebagai alumni harus meningkatkan keakraban, solidaritas dan rasa kekeluargaan antar alumni. Kita harus kedepankan itu. Dan, kita mau tunjukan bahkan nilai-nilai kebaikan hubungan emosional kita perlu wariskan kepada anak-anak bahkan cucu kita sebagai generasi penerus,” imbuh Abdul Razak.

“Kisah-kisah indah bahkan suka duka saat kita ditempa saat menimba ilmu di almamater kita sampai melahirkan SDM andal yang kiprah dan pengabdiannya diberbagai bidang di sendi masyarakat, bangsa, dan negara hal tentu menjadi kebanggaan kita sebagai Alumni di YP3I-HKTI,” katanya lagi.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ketua dan pengurus yayasan, Yahya Ponulele dan Ilyas Laraga serta para guru yang telah berpulang ke sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga :   Perayaan Ibadah Natal PWGT Klasis Sulteng Mematuhi Prokes

“Penghargaan juga kami layangkan kepada para guru-guru yang telah mendidik para alumni sehingga terbentuk menjadi pribadi-pribadi yang baik seperti saat ini,” tuturnya.

Sebagai informasi kedua sekolah tersebut kini sudah tidak beroperasi. Dibuka pada tahun 1983, institusi harus mengakhiri misi pendidikannya pada 2006. Saat itu, Ketua Dewan Penyantun dan Dewan Pembina Yayasan yakni Mantan Gubernur Sulawesi Tengah, Abd. Aziz Lamajido, SH.

Namun para almuni saat ini telah menggoreskan tinta emas untuk pembangunan NKRI seperti menjadi dosen, kepala dinas, wakil bupati, TNI/Polri, enterpreneur, aparatur pemerintahan lainnya, bahkan sebagai anggota legislatif, dan lainnya. RHT

Komentar

News Feed