oleh

Demo di PLN ULP Bungku Nyaris Ricuh

-Kab. Morowali-dibaca 128 kali

SULTENG RAYA – Seringnya pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kabupaten Morowali belakangan ini menjadi sorotan berbagai pihak.

Pasalnya, akibat dari pemadaman listrik tersebut dianggap sangat merugikan dan mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat serta menghambat pelayanan kesehatan, pendidikan, perkantoran dan aktivitas publik lainnya.

Setelah AMMM melakukan aksi unjuk rasa, kali ini pada Selasa (16/11/2021), PLN ULP Bungku kembali digeruduk oleh massa asal Kecamatan Bahodopi yang tergabung dalam Aliansi Pelanggan Listrik Menggugat (Pelita).

Aksi Aliansi Pelita itu, nyaris ricuh karena sempat terjadi adu mulut antara pihak kepolisian dengan para pengunjuk rasa, namun akhirnya dapat ditenangkan kembali.

Perwakilan massa pun kemudian diundang untuk mengikuti zoom meeting di ruang kantor PLN Bungku dengan pihak PLN Suluttenggo, PLN Pusat dan PLN ULP Bungku yang menghasilkan tujuh kesepakatan diantaranya, PLN UIW Suluttenggo dengan pembangkit 9 unit mesin beroperasi, perbaikan dua unit yang sementara perbaikan (Generator) estimasi selesai pada akhir bulan November 2021 kemudian akan ada penambahan mesin pembangkit 6 MW dari Kotamobagu untuk solusi jangka pendek, dan sementara dilakukan pembangunan jaringan transmisi dengan interkoneksi Sulselbar untuk melayani suplay daya ke Bungku dan Morowali sampai pada Tahun 2023 untuk solusi jangka panjang.

Baca Juga :   Hari Bhakti PU ke-76 di Morowali Diisi Sejumlah Kegiatan

Selanjutnya yang kedua, PLN UIW Suluttenggo sementara melakukan pembahasan dan negosiasasi untuk penambahan daya dan perpanjangan kontrak dengan PT IMIP untuk mengatasi pemadaman yang terjadi di daerah Bungku dan Morowali.

Ketiga, PLN ULP Bungku telah menekan Losis yang terjadi akibat pencurian listrik pada bulan Oktober 2021 dan mohon dilaporkan jika menemukan pencurian atau bentuk apapun yang dapat merugikan.

Keempat, PLN ULP Bungku akan melakukan penambahan 6 unit gardu pada lokasi Morowali untuk mengatasi

tegangan drop. Kelima, PLN ULP Bungku sudah menyurat ke UP3 Palu untuk melakukan penambahan petugas di wilayah Bahodopi untuk mempercepat pelayanan gangguan pelanggan. Keenam, PLN ULP Bungku mengupayakan tidak akan ada lagi pemadaman sampai dengan bulan November

2021 di wilayah Bahodopi dan ketujuh, PLN ULP Bungku mengupayakan untuk daerah Bahodopi tidak akan merasakan pemadaman bergilir lagi.

Kesepakatan itu, kemudian ditandatangani oleh perwakilan massa aksi, perwakilan Polres Morowali, perwakilan Kodim 1311/Morowali dan pihak PLN ULP Bungku.

Baca Juga :   Di Bungku Barat, Kawasan Industri Baru PT BTIIG Siap Dibangun

Diketahui, aksi Aliansi Pelita yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan, Yopi dalam orasinya menuturkan, saat industri di Morowali berkembang pesat dengan nilai investasi yang sangat fantastis dan disebut sebut sebagai pabrik terbesar se-Asia Tenggara berdiri, ternyata masyarakatnya masih mempersoalkan, meributkan listrik yang tak kunjung membaik, normal dan tak mengalami peningkatan kualitas.

Padahal kata Yopi, dengan hadirnya investasi besar pada suatu daerah bisa memberikan dampak positif, perubahan yang lebih baik dimana investasi itu berada, namun persoalan listrik saja tak kunjung teratasi.

“Pasokan listrik di PT IMIP sangat melimpih, PLTU-PLTU yang berdiri kokoh berjarak tak jauh dari pemukiman warga itu, sebenarnya bisa jadi solusi dari defisit daya yang kita alami saat ini, sayangnya, PLN ULP Bungku tidak memafaatkan keberadaan kelebihan daya untuk membangun kerjasama dan melakukan pembelian daya listrik ke perusahaan tersebut, kabarnya, PLN Rayon Bungku pada tahun 2017 telah melakukan kerjasama untuk pembelian daya listrik sebesar 5MW kepada PT IMIP sebagai solusi permasalahan listrik yang dialami masyarakat Bahodopi saat itu,” kata Yopi.

Jika pembelian daya listrik pada tahun 2017 menjadi solusi atas permasalahan listrik kala itu lanjut Yopi, mengapa PLN tidak melakukan lagi pembelian daya tambahan sebagai solusi jitu untuk mengatasi defisit listrik Morowali hari ini. “Infromasi terbaru, PLN Rayon Bungku akan memutuskan Kerjasama pembelian daya di PT IMIP dan lebih memilih membeli mesin diesel ketimbang melakukan pembelian daya tambahan ke PT IMIP sebagai solusi atas persoalan defisit daya yang kita alami hari ini, sialnya, pilihan untuk menambah unit tersebut ternyata juga tak mampu untuk meniadakan pemadaman listrik di Morowali, spekulasi dan anggapan miring pun mencuat di tengah masyarakat, dugaan oknum PLN berbisnis dari proyek pengadaan mesin, pengadaan BBM hingga pemeliharaan mesin pun sempat jadi perbincangan, karena PLN lebih memilih untuk melakukan pembelian mesin diesel daripada harus menambah daya ke PT IMIP,” jelasnya.

Baca Juga :   Di Bungku Barat, Kawasan Industri Baru PT BTIIG Siap Dibangun

Dalam pernyataan sikap tersebut dikatakan, jika ditelisik lebih jauh, ternyata nilai kontrak pembelian kWh listrik PLN ke PT IMIP termurah se-Indonesia, dengan harga Rp720,00,-/kWh, jauh lebih murah jika dibandingan pembelian PLN ke pihak swasta lainnya yaitu Rp1.050,00,-/kWh di Indonesia (harga SNI). BMG

Komentar

News Feed