oleh

Kadis ke Penyuluh READSI: Perbanyak Riset Potensi Pasar

-Kab. Sigi-dibaca 95 kali

SULTENG RAYA – Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Sulawesi Tengah, Trie Iriany Lamakampali meminta penyuluh dalam program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (RAEDSI) di Sulteng untuk memperkaya update pengetahuan dan riset soal potensi pasar produk pertanian dari petani domestik.

Dengan begitu, penyuluh bakal memperkaya referensi untuk diedukasi kepada petani soal hilirisasi hasil pertanian.

“Agar dapat mengetahui target pasar, kita harus memerlukan riset pasar terhadap produk komoditi pertanian yang akan kita jual. Jika kita sudah melakukan riset pasar maka akan mendapatkan target pasar yang sesuai dengan yang kita harapkan,” kata Kadis Trie saat menyampaikan sambutan pada Pelatihan Penyegaran Manajemen Akses Pasar Produk Pertanian Bagi Penyuluh Pendamping READSI Angkatan I, II, dan III, Senin (8/11/2021).

Baca Juga :   Canopy Trail Batal Dibangun di Danau Tambing

“Apabila produk komoditi yang akan kita jual misal komoditi sayur yang mudah rusak, maka fokus kita adalah bagaimana cara kita untuk dapat segera menjual komoditi sayur tersebut ke pasar terdekat maupun konsumen pengguna yang langsung memakai komoditi sayur tersebut,” ujarnya menambahkan.

Kadis menginstruksikan hal tersebut bukan tanpa sebab. Menurutnya, saat ini, tidak tersedianya akses yang mencukupi kepada informasi pasar bagi petani berdampak pada lemahnya posisi tawar petani.

Bahkan, sebagian besar petani memiliki lahan-lahan kecil dan tidak mampu berinvestasi untuk memenuhi standar produk internasional yang ketat. Akses petani kepada pasar juga turut dipengaruhi keberadaan middlemen seperti tengkulak.

Namun, memangkas rantai pangan ini bukan perkara mudah, mengingat para middlemen memainkan peran sosiokonomi yang penting bagi masyarakat pedesaan.

Baca Juga :   Canopy Trail Batal Dibangun di Danau Tambing

“Salah satu kunci utama dalam menjalankan usahatani adalah dengan memahami produk komoditi pertanian yang dihasilkan. Dengan memahami produk komoditi pertanian yang dihasilkan tersebut maka kita akan dengan mudah untuk dapat menentukan target pasar yang akan kita tuju. Dengan menentukan target pasar maka pemasaran hasil komoditi pertanian akan menjadi lebih terarah dan tepat sasaran seusai dengan produk komoditi yang dihasilkan, lokasi usahataninya,” kata Kadis.

Kepala Dinas menjabarkan, pada dasarnya komoditas pertanian memiliki beberapa sifat khusus, baik untuk hasil pertanian sendiri, untuk sifat dari konsumen dan juga untuk sifat dari kegiatan usahataninya.

Dalam melakukan kegiatan usahatani, kata dia, diharapkan dapat dilakukan dengan seefektif dan seefisien mungkin, dengan memanfaatkan lembaga pemasaran baik untuk pengelolaan, pengangkutan, penyimpanan dan pengolahannya.

Baca Juga :   Canopy Trail Batal Dibangun di Danau Tambing

Lanjutnya, para petani domestik pada umumnya memiliki banyak ragam hasil komoditi pertanian, namun mereka biasanya tidak tahu kemana harus menjual dan memasarkannya.

“Sementara itu, permasalahan dalam distribusi dan pemasaran hasil usahatani biasanya terkait panjangnya mata rantai dalam tata niaga hasil komoditi pertanian yang menyebabkan para petani tidak dapat menikmati harga yang lebih baik dan menguntungkan, adanya pelaku-pelaku yang dominan di pasar dan para pedagang telah mengambil untung lebih besar dari hasil penjualan. Selain itu, pembentukan dan penentuan harga pasar juga selama ini dikuasai oleh para pelaku pasar saja, tanpa adanya kontrol dan kendali dari pemerintah,” katanya. RHT

Komentar

News Feed