oleh

YSI Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan PEM Desa Bangga

-Kab. Sigi-dibaca 151 kali

SULTENG RAYA – Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) bersama sejumlah pejabat di Pemkab Sigi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) di Desa Bangga, Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Senin (25/10/2021).

PEM Desa Bangga akan dibangun di atas lahan 2.520 M persegi untuk dimanfaatkan sebagai perlindungan atau tempat mengungsi masyarakat saat bencana, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil dan menyusui, balita, lansia dan disabilitas.

PEM juga dapat difungsikan sebagai ruang publik untuk pembelajaran dan peningkatan kapasitas masyarakat terkait pengurangan resiko bencana pada situasi normal.

Koordinator Lapangan YSI Sulteng, Martin Silaban menjelaskan, proses pembangunan PEM di Desa Bangga ditargetkan selama 10 bulan.  Nantinya, PEM terdiri dari 2 bangunan yang mengadopsi bentuk Rumah Adat Lobo dan Tambi. Rumah Adat Lobo dan Tambi merupakan rumah tradisional dari Suku Kaili dan Suku Lore.

Bangunan yang ditaksir menelan anggaran sekira Rp3 miliar ini dirancang oleh konsultan arsitek asal Yogyakarta dengan melakukan pendekatan kearifan lokal masyarakat di Sigi.

“Yang merancang bangunan ini, konsultan arsitek dari Yogyakarta.  Dia hadir, di tengah masyarakat dan belajar mengenai kearifan lokal di Sigi, sehingga melahirkan rancangan bangunan Rumah Adat Lobo dan Rumah Adat Tambi,” kata Martin Silaban.

Untuk struktur bangunan Rumah Adat Lobo dan Rumah Adat Tambi, pada umumnya menggunakan kayu, tetapi PEM Bangga, nantinya akan dirancang dan dimodifikasi dengan konstruksi baja, namun tetap memiliki kelenturan seperti kayu.

Menurut Martin, meski dibangun untuk evakuasi bencana, PEM juga dapat dimanfaatkan sebagai pusat kebudayaan, pusat sosial serta kegiatan lainnya, jika mendapat kesepakatan bersama oleh pengelola.

“Bangunan ini murni milik masyarakat Bangga dengan dukungan YSI, karena panitia yang dibentuk, tukang dan material lokal, semuanya dari Desa Bangga,” jelas Martin.

Camat Dolo Selatan, yang diwakili  Sekretaris Camat, Syarifudin mengungkapkan terima kasih atas dukungan YSI atas dukungan pembangunan PEM di Desa Bangga. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada perangkat Desa Bangga yang telah menyediakan lahan untuk pembangunan PEM tersebut.

“Semoga penggunaan PEM ini sangat banyak manfaatnya untuk masyarakat Desa Bangga. Setelah berdiri kokoh, gagah dan indah jangan dicampakkan, anggaplah ini rumah kita, karena ini pusat evakuasi. Karena Desa Bangga ini, ancang-ancang adalah banjir, gempa bumi, longsor dan Covid-19,”katanya.   

 Sementara itu, mewakili Bupati Sigi, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Pembangunan Bencana Daerah (BPBD) Sigi,  Asrul Repadjori, mengatakan sangat mengapresiasi pembangunan PEM di Bangga.

“Peran gedung  Pusat Evakuasi Masyarakat sangat berarti bagi penyelamatan jiwa pengungsi. Dalam pembangunan itu, perlu melakukan identifikasi dan melengkapi fasilitas penunjang sesuai dengan yang disyaratkan. Hal ini agar bangunan berfungsi maksimal pada saat pelaksanaan evakuasi,”katanya.

Asrul juga berpesan kepada masyarakat agar nantinya, terus merawat PEM dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Peletakan batu pertama PEM Desa Bangga diawali dengan kumandang adzan oleh tokoh agama Desa Bangga, kemudian dilanjutkan peletakan batu oleh Kalak BPBD Sigi, Korlap YSI Sulteng, Camat Dolo Selatan, Pemdes Bangga dan Polres Dolo Selatan. WAN

Komentar

News Feed