oleh

Kadin Sulteng Akan Bantu Pembiayaan Budidaya Kelor di Lobu Mandiri

SULTENG RAYA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah (Sulteng) akan membantu pengembangan budidaya tanaman kelor yang sedang dikembangkan oleh kelompok tani Moringa Lobu Mandiri di Desa Lobu Mandiri Kecamatan Parigi Barat. 

Ketua Umum Kadin Sulteng, H Moh Nur Dg Rahmatu, SE mengatakan, Kadin akan menjadikan lokasi penanaman kelor tersebut sebagai pilot project pengembangan budidaya kelor di Kabupaten Parigi Moutong (Parmout).

“Kadin akan memberikan kontribusi dalam hal membantu pembiayaan pemeliharaan yang selama ini mungkin menjadi masalah. Kita akan jadikan pilot project disini di lahan satu hektar ini,”ujar Nur Rahmatu ketika meninjau lokasi budidaya kelor di Desa Lobu Mandiri, Ahad  (24/10/2021).

Nur Rahmatu menambahkan, selain membantu pembiayaan pemeliharaan, pihaknya juga membantu pengadaan mesin pengering kelor menjelang panen mendatang.

“Yang menjadi masalah saya dengar kekurangan biaya pemeliharaan dan mesin pengering. Mudah-mudahan mungkin minggu depan kita bisa kasih pembiayaannya dan saat mendekati panen kita coba bantu empat atau lima unit mesin pengering. Tapi tentu saya harapkan ini berputar. Jadi tidak cuma disini tapi juga dikembangkan di tempat lain,”jelasnya.

Baca Juga :   Warga Antusias Ikuti Vaksinasi di Kantor Camat Parigi

Nur Rahmatu juga berharap agar Pemda Parmout  melirik usaha budidaya kelor yang dikembangkan para petani di Desa Lobu Mandiri tersebut.

“Saya harapkan Pemerintah Daerah Parigi Moutong juga bisa melirik ini. Bukan hanya bentuk slogan-slogan tapi tidak dibantu. Paling tidak Pemda bisa bantu bagaimana tata cara pengelolaannya kemudian mungkin bisa membantu dalam hal pembiayaan dan pemasaran,”tegasnya.

Nur Rahmatu juga mengajak masyarakat di Sulteng khususnya di Kabupaten Parmout untuk menanam kelor terutama dengan memanfaatkan lahar tidur. Menurutnya budidaya kelor merupakan usaha yang menjanjikan yang tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar dan pemeliharaan yang tidak terlalu rumit namun bisa menghasilkan keuntungan yang besar.

Baca Juga :   Ribuan Warga Ampibabo Serbu Vaksinasi Berhadiah Sembako dan Doorprize

Sementara itu, Deni Rahman salah seorang petani kelor mengatakan, di lahan satu hektar tersebut akan ditanami sekitar 10.000 pohon kelor. Namun yang sudah ditanami baru mencapai 6.000 pohon dengan panen perdana pada saat tanaman mencapai usia lima bulan. Dia menambahkan, budidaya adalah usaha yang sangat menjanjikan namun belum banyak dilirik oleh masyarakat. 

“Melalui kelompok Moringa Lobu Mandiri ini kami mengajak masyarakat untuk menanam kelor 1.000 pohon per-rumah tangga yang akan dipanen saat tanaman berusia lima bulan. Jika panen 30 pohon setiap hari bisa menghasilkan tiga kilogram kelor kering. Harganya Rp50 ribu per-kilogram. Jadi per-30 pohon bisa menghasilkan Rp150 ribu perhari. Hasilnya sangat menjanjikan,”ujar Deni.

Sementara itu Kepala Puskesmas Parigi Barat, Idham Arulemba Panggagau, SKM yang ikut terlibat dalam pengembangan budidaya kelor tersebut ikut pula melibatkan para anak muda di wilayah tersebut.

Baca Juga :   Warga Antusias Ikuti Vaksinasi di Kantor Camat Parigi

Dia menggagas terbentuknya kelompok remaja yang dinamakan BRO KAMU PENTING (Bersama Raih Obsesi Kaula Muda Peduli Stunting). Para remaja tersebut selain dilibatkan sebagai tenaga kerja dalam pengembangan tanaman kelor itu, juga dilibatkan sebagai influencer untuk mengajak masyarakat agar ikut menanam kelor.

“Paling tidak para remaja ini bisa mengajak orang tuanya agar ikut menanam kelor.  Kenapa harus kelor, karena menurut WHO, kelor adalah super food dan pohon ajaib merupakan makanan sehat dan obat berbagai penyakit,”jelas Idham.

Idham menambahkan, dengan sering mengkonsumsi kelor, para remaja tersebut akan semakin sehat dan kuat fisiknya sehingga kelak pada saat menikah akan terhindar dari berbagai penyakit salah satunya stunting bagi anak-anaknya. AJI

Komentar

News Feed