oleh

Sebulan Terakhir, Harga Minyak Goreng Kemasan Naik

-Kota Palu-dibaca 141 kali

SULTENG RAYA – Harga minyak goreng kemasan di Pasar Induk Tradisional (PIT) Masomba, Kota Palu, naik sejak sebulan terakhir menjadi Rp17.000 per liter. Sebelumnya, harga minyak goreng kemasan Rp15.000 per liter.

“Harga minyak kemasan Rp17.000 per liter, naik sudah semenjak satu bulan yang lalu. Sedangkan harga normal biasanya Rp15.000 per liter sampai Rp16.000 per liter. Ini perlu dijaga, bisa-bisa tambah naik,” kata Ny. Hena, salah seorang pedagang bahan kebutuhan pokok di PIT Masoba kepada Sulteng Raya, Senin (25/10/2021).

Menurutnya, berdasarkan penuturan agen langganan Ny. Hena, kenaikan harga minyak goreng kemasan diakibatkan sejumlah faktor, seperti kenaikan pajak hingga biaya transportasi.

“Menurut agen minyak kemasan yang sering-sering antar ke saya, tarif angkutan yang naik, makanya naiknya harga minyak goreng kemasan juga naik, sudah satu bulan ini,” katanya.

Baca Juga :   PEMBINAAN ASN KEMENAG MOROWALI, Kakanwil Ulyas: Kunci Berhasil, ASN Harus Disiplin

Sementara itu, Perum Bulog Kantor Wilayah Sulteng telah mendengar gejolak harga tersebut di tingkat pasar. Pihaknya berupaya untuk stabilisasi dengan menjual stok minyak kemasan Rp16.000 per liter.

“Kita sebenarnya menunggu instruksi dari pusat kalau misalnya sudah bergejolak, tapi untuk saat ini tetap kami jajakan dengan harga lebih di bawah, supaya bisa menekan harga pasar,” kata Kepala Bidang Komersial Bulog Kanwil Sulteng, Aan As Arri Wijaya kepada Sulteng Raya, saat di konfirmasi, Senin.

HET MINYAK GORENG KEMASAN TIDAK DIATUR

Menurut Plt Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulteng, Dony Iwan Setiawan mengatakan, sejatinya, harga minyak goreng kemasan tidak diatur dalam aturan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga :   Persekutuan Oikumene BTN Korpri Kawatuna Rayakan Natal Secara Prokes

“Pemerintah hanya mengatur minyak goreng dengan kemasan bantalan  sederhana yang ukurannya itu tidak sampai satu liter. Itu HET nya Rp11.500 per liter,” katanya.

Namun, dengan adanya informasi itu, pihaknya akan melakukan evaluasi soal pengawasan. Bukan tidak mungkin juga, kata dia, pemerintah akan kembali melakukan intervensi berupa Operasi Pasar (OP) khusus minyak goreng kemasan.

“Kemarin upaya kami melakukan stabilisasi harga ada di pasar murah, tapi memang tidak merata. Kita coba komunikasi dengan distributor nanti, bagaimana apakah akan kita buat khusus OP minyak goreng atau seperti apa langkah strategisnya. Intinya pemerintah terus berupaya melakukan stabilisasi,” tuturnya. RHT

Komentar

News Feed