oleh

Masker untuk Prokes Covid-19 dan Gaya Hidup

-Kota Palu-dibaca 115 kali

SULTENG RAYA – Pemerintah Provinsi Sulawei Tengah terus mengkampanyekan peningkatkan penyebaran vaksin serta menerapkan protokol kesehatan Covid-19  meski Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah di level II.

Pemerintah Sulawesi Tengah dalam beberapa kesempatan, terus mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 seperti menggunakan masker,  mencuci tangan dan menjaga jarak.

Dari sejumlah seruan prokes oleh pemerintah, penggunaan masker menjadi paling lazim diterapkan oleh masyarakat. Bahkan, penggunaan masker di tengah masyarakat, seolah menjadi budaya baru yang sering kita jumpai di Sulteng.

Seperti yang diungkapkan Tari (24) warga Kelurahan Tatura Utara yang mengatakan,  baginya masker merupakan style baru. Seruan pemerintah tentang pemakaian masker bukanlah sesuatu yang memberatkan, karena bisa dikombinasikan dengan busana yang dikenakan sehari-hari. Dia mengungkapkan, saat ini, dirinya mengoleksi berbagai warna dan motif masker.  

“Saya juga terbantu dengan penggunaan masker ini, utamanya untuk menghindari asap rokok kalau sedang menghadiri acara,”katanya, Jum’at (22/10/2021).

Baca Juga :   Perdagangan Batu dan Pasir Antara Sulteng-Kaltim Melalui Satu Pintu

Senada diungkapkan Unding (28), Warga Kabupaten Donggala, penggunaan masker bukanlah sesuatu yang baru baginya, bahkan sebelum pandemi Covid-19, dirinya sudah sering memakai masker. Selain untuk menerapkan protokol kesehatan, masker digunakan untuk menghindari debu saat berkendara melintasi poros Palu-Donggala.

“Aktivitas saya ini kan, bolak-balik Palu-Donggala. Jadi dari dulu sudah pake masker kalau naik motor. Soalnya banyak sekali debu, utamanya di areal  tambang galian C.  Kita tau sendiri lah, jalan Palu-Donggala banyak sekali galian C, kalau tidak pake masker, saya bisa-bisa kena ISPA,” ujarnya, Ahad (24/10/2021).

Menurut Unding, dirinya sangat mendukung imbauan pemerintah, karena penggunaan masker memang sangat bermanfaat untuk melindungi diri dari virus corona.

“Bagus sekali ini, selain kita melindungi diri sendiri dari serangan virus. Kita juga menjaga, agar tidak menularkan virus kepada orang lain. Jadi, pada dasarnya, saya dukung sekali imbauan pemerintah,” katanya.

Sementara itu, H Nugraha (31) Warga Tondo mengungkapkan bahwa dirinya sangat mendukung  imbauan pengunaan masker, selain untuk menerapkan prokes, masker sangat bermanfaat untuk melindungi kulit wajah dari radiasi sinar matahari.

Baca Juga :   Kemenag Palu Siap Mewujudkan ZI Menuju WBK-WBBM

“Kalau saya lihat, sekarang masker itu sudah jadi kebutuhan. Banyak sekali fungsinya,  bukan hanya untuk menghindari virus, tetapi sudah jadi gaya hidup, menghindari bau mulut, sekaligus melindungi wajah. Apalagi Kota Palu ini sangat panas, jadi kalau naik motor tidak pake masker, tunggu-tunggu saja, muka jadi belang,” katanya. 

Dia menambahkan, meski pandemi telah berakhir,  H Nugraha mengatakan, akan tetap pakai masker untuk pemanfaatan fungsi-fungsi lainnya.

“Walaupun masker sudah menjadi semacam gaya hidup, tetapi kita berharap, pandemi ini segera berakhir. Agar kehidupan kembali Normal,” ujarnya menambahkan.

Masker tidak hanya untuk menjaga protokol kesehatan, tetapi menjadi berkah tersendiri bagi Ani (35), yang sehari-hari menjual bahan campuran. Selama pandemi Covid-19, masker menjadikan salah satu barang dagangannya.

“Sejak pandemi Covid-19 ini, saya berjualan masker kain maupun masker medis. Alhamdulillah, ada tambahan penghasilan dari menjual masker ini,” katanya.

Baca Juga :   Kemenag Gorut Studi Peningkatan Sistem Informasi KUA di Sulteng

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura meminta kepada seluruh masyarakat agar terus mematuhi protokol kesehatan, tidak lalai untuk melaksanakan 3M , Memakai Masker , Mencuci Tangan , dan Menjaga Jarak.

“Terus jaga diri , jaga keluarga dan jaga sesama kita. Mari bersama melawan Covid-19. Jika kondisi hari ini terus kita pertahankan dan tingkatkan, semoga Sulawesi Tengah segera bebas dari penularan Covid-19,” ujar Rusdy Mastura.

Rusdy Mastura juga mengungkapkan harapannya kepada bupati yang wilayahnya masih rendah persentasi sebaran vaksin agar dapat meningkatkan sebaran vaksin kepada masyarakat.

“Bupati dan Wali Kota juga diharapkan untuk dapat bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk mempercepat sebaran vaksin kepada Masyarakat,” katanya.

Gubernur Rusdy Mastura mengimbau kepada masyarakat agar  dengan sadar, datang menerima vaksin, di tempat-tempat yang sudah ditetapkan.

“Ayo untuk divaksin, jaga terus diri, jaga keluarga dan jaga sesama,” katanya. WAN

Komentar

News Feed