oleh

Pedagang di Anjungan Gonenggati Bakal Direlokasi

SULTENG RAYA – Puluhan pelaku usaha Cafe di Anjungan Gonenggati, Kelurahan Kabonga Kecil, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala bakal direlokasi atau dipindahkan.

“Pembangunan pelabuhan baru Donggala di Anjungan Gonenggati, Kelurahan Kabonga Kecil, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala akan segera dimulai, untuk itu puluhan pedagang juga akan direlokasi,” ucap Konsultan Sosial Aecom Environment, Yuniawan.

Dia menjelaskan, para pedagang akan direlokasi tidak jauh dari lokasi rekonstruksi pelabuhan Donggala yang akan dibangun, jadi masih dalam satu kawasan yaitu Anjungan Gonenggati.

Kata dia, hal itu dilakukan  untuk meminimalisir dampak ekonomi terhadap para pedagang, sehingga nantinya sebelum proses rekonstruksi berjalan mereka tetap bisa berjualan di tempat relokasi sementara.

Baca Juga :   Seorang Siswa SMK Al Amin Wani Dua Takut Disuntik Vaksin

Kedepannya kata dia, para pedagang juga akan diberikan pelatihan untuk meningkatkan pendapatan, hal ini sebagai salah satu bentuk tanggung jawab projek dan persyaratan dari aAsian Development Bank (ADB) sebagai pemberi pinjaman dana.

Sementara, Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Donggala, Polin Hasibuan menyebutkan, total sebanyak 33 pedagang yang akan direlokasi sebelum pembangunan pelabuhan dimulai.

“Pedagang direlokasi sementara tidak jauh dari lokasi mereka berjualan sebelumnya, pemerintah Kabupaten Donggala juga akan membuat perencanaan pembangunan tempat pedagang untuk berjualan pada tahun 2022 dengan rencana pelaksanaan pembangunannya di tahun 2023, setelah melihat bentuk pelabuhan yang sudah jadi nantinya,” jelasnya.

Sehingga lanjutnya, nantinya pembangunan tempat berjualan permanen untuk para pedagang dapat ditata dengan baik agar tidak mengganggu arus lalu lintas, jadi pada tahap satu ini para pedagang mencabut lot untuk menentukan dimana nantinya mereka akan berjualan di tempat relokasi sementara.

Baca Juga :   POPDA 2021, Kontingen Banggai Borong 7 Emas Cabor Karate

Pihaknya juga meminta kepada para pedagang agar nantinya ketika pemerintah daerah sudah memfasilitasi tempat berjualan sementara, agar cafe-cafe semi permanen milik pedagang sudah bisa dibongkar secara perlahan.

“Kita berharap para pedagang terus berjualan tidak terputus, agar tidak terjadi los incam atau tidak ada penghasilan dalam sehari, akibat dari pembangunan pelabuhan ini,” tuturnya. ADK

Komentar

News Feed