oleh

Vale Indonesia Menuju Pertambangan Emisi Nol Bersih

-Ekonomi-dibaca 185 kali

SULTENG RAYA – Direktur Environment and Permit Management PT. Vale Indonesia Tbk, Muhammad Adli Az Lubis, mengatakan, Vale berusaha mencanangkan net zero emissions menjadi lebih cepat, yakni pada tahun 2050.

Di tahun 2030, mereka akan menurukan emisi karbon sebnayak 33 persen. Sedangkan Pemerintah Indonesia akan mencanangkan net zero emissions pada tahun 2060.

Hal ini disampaikan oleh ia sampaikan dalam pemaparannya saat menjadi Speakers di Edutalk Live Event, yang bertema “Strategi Pelaku Usaha Dalam Mengadapi Era Pembangunan Rendah Karbon,”pada Jumat (22/10/2021).

Ia mengatakan, Vale berambisi untuk menjadi pemimpin di bidang pertambangan yang rendah karbon kedepannya.

Saat ini, pabrik Vale hanya ada di daerah Sorowako, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pada pabrik tersebut, mereka berupaya untuk memberikan kontribusi besar terkait pengurangan emisi karbon.

Baca Juga :   Gebyar Toyota Hadir di BNS Palu, DP Super Ringan dan Promo Terakhir PPnBM 0%

Muhammad Adli mengungkapkan, Vale sedang mencanangkan pembangunan pabrik baru di area Pomalaa, Sulawesi Tenggara (Sultra)dan Bahodopi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Harapannya, disana juga akan dibuat pabrik yang ramah terhadap lingkungan, karena rendah karbon emisi.

Ada empat komitmen yang berani diambil Vale untuk mengurangi emisi.

“Pertama, kami berkomitmen untuk menggunakan Energi Efisiensi, sehingga konsumsi energi bisa kita optimalkan. Kedua Power Shft, kami berkomitmen untuk melakukan konversi dalam penggunaan bahan bakar utama di Vale, yang sekarang menggunakan minyak dan batu bara, nanti menggunakan natural gas, harapannya ini bisa kita implementasikan di tahun 2025 dan 20216. Ketiga, kami berkomitmen untuk menginplementasikan 100 persen Renewable Energy, dengan harapan pabrik pengolahan nikel kita bisa menjadi ramah lingkungan. Yang keempat, kami berkomitmen disetiap penebangan pohon yang kami lakukan, kami akan memperbaikinya seperti semula dengan Reforestation atau penghutanan kembali,” paparnya.

Baca Juga :   Kelompok Transportasi Dominasi Inflasi November di Kota IHK Sulteng

Sumber energi dari PT. Vale Indonesia 36 persen datang dari pembangkit listrik tenaga air, sisanya 64 persen datang dari bahan bakar minyak, bio fosil, dan batu bara. MG2

Komentar

News Feed