oleh

SDN 22 Palu Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

-Pendidikan-dibaca 81 kali

SULTENG RAYA – SDN 22 Palu kini kembali menerapkan Pembelajaran Tatap MukaTerbatas (PTMT)pada semester gasal tahun akademik 2021/2022 dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan.

Sekolah Dasar yang berada di Jalan.Letjen Suprapto ini telah melaksanakan PTMT sejak Senin, 18 Oktober 2021 dengan sistem pembelajaran yang dilakukan secara bershift.

Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama(SKB) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, dan Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Dimana Kota Palu sendiriyang kini telah memasuki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, sejalan dengan Surat Keputusan Bersama tersebut.

Baca Juga :   BNN Donggala Beri Informasi dan Edukasi P4GN ke Peserta Didik

Kepala SDN 22 Palu Jubaedah,S.Pd.,M.Pd mengatakan, berdasarkan SKB tersebut, serta surat edaran Walikota Palu, maka sekolah yang dipimpinnya itu telah memulai PTM pada Senin, 18 Oktober 2021.

“Kami melaksanakan pembelajaran tatap muka sejak hari senin kemarin. Sistem pembelajarannya dilakukan per shift. Kalau misalnya ada 28 siswa dalam satu kelas, dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok A berjumlah 14 orang masuk luring, dan kelompok B 14 orang yang ikut via daring. Kemudian, dihari berikutnya, kelompok B yang masuk luring, kelompok A lagi yang masuk during. Begitu seterusnya,” ujarnya, Kamis (21/10/2021).

Di masa PPKM Level 3 ini, Jubaedah mengaku tidak mengalami kendala dalam proses PTM. Karena para siswa, guru, dan orang tua siswa yang hendak menjemput ke sekolah, dianjurkan untuk mematuhi protocol Kesehatan.

Baca Juga :   DORONG PENGEMBANGAN MINAT WIRAUSAHA MAHASISWA, Prodi Administrasi Publik Fisip Untad Menggelar Pasar Wirausaha

“Sebelum masuk ke dalam kelas, dilakukan cek suhu dulu dan cuci tangan kemudian langsung masuk ke dalam kelas. Jadi, kita tidak melakukan baris-berbaris karena takutnya menimbulkan kerumunan,” jelasnya.

Ia juga berharap agar siswa-siswi tetap menjaga Kesehatan dan mematuhi protocol Kesehatan, serta Pandemi segera hilang sehingga Sekolah bisa melakukan PTM sebagaimana mestinya. MG3

Komentar

News Feed