oleh

Wali Kota Tinjau Kondisi Gedung dan PTMT di SMP 10 Palu

-Kota Palu-dibaca 65 kali

SULTENG RAYA – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, melakukan peninjauan kondisi gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 10 Palu sekaligus memantau pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di sekolah itu, Kamis (21/10/2021).

SMP 10 Palu merupakan salah satu sekolah yang terdampak parah akibat bencana alam tsunami pada 28 September 2018 lalu. Bahkan, yang beralamat di Jalan Cumi-Cumi, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat itu, sempat lama terendam air laut. Akibatnya, sarana dan prasarana di sekolah tersebut banyak yang rusak dan tidak dapat digunakan.

Wali Kota Hadianto menyampaikan permohonan maafnya kepada pihak sekolah karena baru sempat melakukan kunjungan sekaligus peninjauan di SMP Negeri 10 Palu.

Ia mengungkapkan, pada 2022 mendatang, Pemerintah Kota Palu telah menyusun berbagai rencana, baik terkait pembangunan sumber daya manusia maupun infrastruktur pendidikan.

Baca Juga :   Kasus Covid-19 Aktif di Sulteng Tersisa 0,08 Persen

InsyaAllah rencana-rencana, baik pembangunan sumber daya manusia maupun infrastruktur pendidikan kita, tahun 2022 kita usahakan bisa berjalan lebih baik,” katanya.

Ia berharap, keadaan hari ini tidak menurunkan semangat kepala sekolah dan para guru untuk mewujudkan pendidikan baik kepada para peserta didik.

“Saya juga berharap, para guru senantiasa bisa menjadi contoh terkait masalah disiplin bagi para ASN yang ada di lingkup Pemerintah Kota Palu,” kata Wali Kota Hadianto.

Selain itu, ia juga berpesan kepada seluruh pegawai dan peserta didik di SMPN 10 Palu tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dalam melaksanakan PTMT. Langkah tersebut untuk mengatisipasi adanya klaster baru di sekolah tersebut.

“Jangan abai dengan protokol kesehatan Covid-19. Selalu pakai masker dan rajin cuci tangan, serta menjaga jarak,” ucapnya.

Sebagai informasi tambahan, meski kasus Kota Palu terus melandai, per 19 Oktober 2021, Kota Palu tetap dinyatakan masih berada pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2.

Baca Juga :   Pemkot Palu Beri Lima Catatan Ranperda P4GN dan Prekursor Narkotika

Dalam rangka mengatur mepatuhan prokes masyarakat di Kota Palu, Wali Kota Palu mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Palu Nomor 443/2406/HKM/2021 tentang PPKM Level 2 di Kota Palu.

Pada poin 1 surat edaran tersebut menyebutkan, pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan dengan sejumlah ketentuan.

Pertama, satuan pendidikan di zona hijau dan zona kuning, melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas sesuai dengan pengaturan teknis dari Kemeterian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Kedua, satuan pendidikan di zona orange, pembelajaran tatap muka terbatas berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor: 03/KB/2021, Nomor: 284 Tahun 2021, Nomor: HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor: 440-717 TAHUN 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Baca Juga :   Kakankemenag Ingatkan KUA Tiga Pedoman Pengelolaan BOP

Pengaturan sebagaimana pada poin kedua itu, dikecualikan untuk SDLB, MILB, SMPLB, SMALB dan MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas. Begitu juga untuk PAUD maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Ketiga, satuan pendidikan di zona merah melaksanakan pembelajaran dengan sistem belajar dari rumah (BDR).

Keempat, pembelajaran tatap muka terbatas hanya dibolehkan kepada peserta didik yang telah divaksin.

“Mari kita sama-sama tetap patuh protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 di Kota Palu cepat berakhir,” tuturnya. HGA

Komentar

News Feed