oleh

Proyek Rehabilitasi Prasarana Dinas Pertanian Poso Rusak

-Kab. Poso-dibaca 114 kali

SULTENG RAYA  – Proyek pembangunan rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Poso tahun anggaran 2021 yang berada di Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, rusak berat atau jebol.

Proyek yang diswakelolakan kepada kelompok Tani Sejahtera 1 Desa Kilo yang dialokasikan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai Rp114 juta memiliki tenggat waktu untuk masa kerja selama 169 hari.

Namun sayang, proyek tersebut mengalami kerusakan atau jebol meskipun belum sempat terpakai.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Poso, Alpius yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya pada Rabu (20/10/2021) membenarkan, adanya laporan terkait pekerjaan proyek swakelola milik kelompok Tani Sejahtera 1 Desa Kilo yang jebol atau amblas.

Menurutnya, meskipun proyek tersebut masih sepenuhnya dalam pengawasan Dinas Pertanian setempat, namun tanggung jawab masih merupakan tugas kelompok tani yang pekerjaannya juga masih sementara berjalan, karena pencairan dananya baru mencapai 25 persen dari total keseluruhan anggaran Rp114 juta.

Baca Juga :   Libatkan Satgas Madago Raya, Pilkades di Poso Aman

“Yang jelas kan ada fasilitator, nah mereka nanti yang turun ke lapangan untuk melihat langsung seperti apa kondisi kerusakan, saya juga baru mendapatkan laporan, dan dalam waktu dekat pasti kami akan turun juga ke lapangan,” ujar Alpius.

Ditanya soal lambatnya pihak dinas merespon atas jebolnya tanggul tersebut, Alpius mengakui, kalau sejauh ini sama sekali tidak menerima laporan dari masyarakat ataupun pihak kelompok tani Sejahtera sebagai pelaksana proyek. 

Dia juga sangat menyayangkan, dengan anggaran sebesar itu kondisi bangunan sudah rusak parah padahal belum dipakai dan bahkan proses pekerjaan masih berjalan.

“Saya sudah bicara dengan fasilitatornya dan mereka akan memperbaiki kembali saluran air yang jebol, apalagi pencairan dananya juga baru 25 persen yang dicairkan,” jelas Alpius.

Baca Juga :   Polisi Masih Selidiki Terbakarnya Pos PT PE

Sementara, Jemi selaku pelaksana proyek yang turut dikonfirmasi mengatakan, jebolnya proyek saluran air tersebut akibat cuaca hujan yang turun selama dua hari dan mengakibatkan banjir sehingga membuat jebol saluran air yang baru beberapa bulan dibangun. 

Diakuinya, kerusakan tersebut terjadi pada awal Oktober 2021 ini, namun belum sempat diperbaiki dengan alasan masih menunggu kondisi cuaca di Poso membaik. Dimana menurut dia, saat ini masih turun hujan.

“Terkait kerusakan ini sudah saya sampaikan ke dinas, dan ini kan masih tanggung jawab saya, dan saya akan perbaiki,” jelas Jemi.

Secara rinci Jemi menjelaskan, jika proyek swakelola kelompok tani Sejahtera 1 yang dikerjakan tersebut jenis Long Storage sepanjang 206 meter dengan lebar 60 centimeter dengan anggaran sebesar Rp114 juta.

Baca Juga :   Ronald Amelius Wenur Siap Calonkan Diri Jadi Bupati Poso

Dirinya juga tidak khawatir dengan jebolnya bangunan tersebut, mengingat anggaran yang dia telah cairkan baru 25 persen dan masih ada kesempatan untuk perbaikan, meskipun panjang saluran yang jebol mencapai 10 meter.

“Kalau dikatakan saya belum melapor ke dinas, itu tidak betul, justru saya lebih dahulu melapor, sebelum wartawan konfirmasi ke saya, dan intinya saya akan perbaiki semua yang jebol,” tegas Jemi. SYM

Komentar

News Feed