oleh

Kapolda Sulteng Kunjungi Rumah Korban Dugaan Asusila Oknum Kapolsek Parigi

-Kota Palu-dibaca 213 kali

SULTENG RAYA – Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi mengunjungi rumah korban dugaan asusila yang dilakukan oleh oknum Kapolsek Parigi inisial IDGN.

Kapolda Sulteng secara khusus dari Kabupaten Poso singgah ke Parigi Moutong untuk menjenguk dan melihat dari dekat kondisi korban yang tinggal di Desa Mertasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (19/10/2021) pagi.

Hal itu sebagai bukti keseriusan Polda Sulawesi Tengah dalam menangani dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh salah seorang oknum Kapolsek di Polres Parigi Moutong (Parmout).

Dalam kunjungannya ke Parmout, Kapolda Sulteng didampingi Wakil Bupati Parmout, H. Badrun Nggai, Direktur Reskrimum, Kabid Humas dan Kapolres Parmout berkesempatan untuk berkoordinasi di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Parmout.

Dihadapan sejumlah media, Kapolda Sulteng mengatakan, kehadirannya di rumah korban adalah menunjukkan keseriusan Polda Sulteng dalam menangani masalah oknum Kapolsek Parigi.

Baca Juga :   Pemkot Palu Beri Lima Catatan Ranperda P4GN dan Prekursor Narkotika

“Saya saat ini ditemani ibu Bupati, Bapak Wakil Bupati, Ketua KPAI Sulteng, kita datangi rumah korban, meyakinkan bahwa saya akan profesional menangani anggota yang salah,” tegasnya.

Kapolda Sulteng juga menjelaskan, kronologis singkat kejadian apa yang dilakukan Kapolsek Parigi, serta mengatakan bahwa setelah menerima laporan tentang Kapolsek Parigi tanggal 15 Oktober lalu, pada saat itu juga Kapolsek Parigi dicopot.

“Saya sudah perintahkan Bid Propam untuk tangani kasus ini, sekali lagi maksud kedatangan saya kesini adalah wujud keseriusan kami Polda Sulteng tangani kasus ini dan tetap bekerja secara profesional,” jelas mantan Komandan Korps Brimob Polri itu.

Sebelumnya, Kuasa hukum remaja perempuan korban dugaan asusila oknum Kapolsek di Kabupaten Parigi Moutong, Andi Akbar Panguriseng mengatakan, kondisi psikis korban berinisial S saat ini terguncang dan tertekan pascaperistiwa memilukan yang ia alami.

Bukan hanya S, mental dan jiwa ibu kandungannya pun juga mengalami guncangan hebat karena tidak menyangka perbuatan asusila tersebut dialami oleh anak perempuannya.

Baca Juga :   Transaksi Parkir di Palu Bakal Berbasis Digital

“Psikis keluarga korban sangat terguncang. Ibunya menangis terus sampai pingsan akibat peristiwa yang dialami anak perempuannya. Korban juga lebih sering diam,” katanya usai mendampingi korban menjalani pemeriksaan di Polda Sulawesi Tengah, Senin (18/10/2021) malam.

Oleh sebab itu, ia meminta Polda Sulteng mengusut tuntas dan seadil-adilnya atas peristiwa tersebut apalagi oknum Kapolsek berinisial IDGN itu tidak menyangkal jika dirinya mengirimkan pesan kepada korban untuk berbuat asusila dengan janji akan membebaskan ayah korban yang saat ini mendekam di penjara.

“Harapan kami oknum kapolsek tersebut tidak hanya dipecat tapi juga dijatuhi hukuman yang setimpal atas perbuatannya berbuat asusila kepada remaja perempuan yang merupakan anak seorang tersangka yang ditahan di Parimo,” ujarnya.

Andi Akbar menegaskan, korban dan pihak keluarga korban tidak akan menempuh jalan damai atas kasus tersebut. Mereka ingin kasus itu menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak terulang dan tidak ada lagi remaja perempuan yang mengalami hal serupa.

Baca Juga :   Kasus Covid-19 Aktif di Sulteng Tersisa 0,08 Persen

Sementara, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Suparnoto menerangkan, saat ini pemeriksaan di Propam Polda Sulteng masih terus berjalan dan telah memeriksa sejumlah saksi mulai dari pihak keluarga korban, korban, hingga pengelola hotel tempat keduanya berbuat asusila.

“Barang bukti yang kami temukan untuk saat ini yakni percakapan keduanya melalui WhatsApp. Kami juga telah mengarahkan kasus ini ke tindak pidana umum agar diproses,” ujarnya.

Oknum perwira polisi IDGN berpangkat Iptu tersebut kata Didik, juga telah dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek. Saat ini ia bertugas di Pelayanan Markas (Yanma) Polda Sulteng.

IDGN diduga berbuat asusila kepada seorang remaja perempuan dengan janji akan membebaskan ayahnya yang mendekam di jeruji besi jika permintaan tersebut dituruti. Hingga perbuatan tersebut dilakukan, IDGN tidak kunjung membebaskan ayah remaja perempuan itu. */YAT

Komentar

News Feed