oleh

Polda Sulteng Sita Belasan Ribu Obat Ilegal, Satu Tersangka Dari Jakarta Diamankan

-Kota Palu-dibaca 61 kali

SULTENG RAYA – Belasan ribu obat sediaan farmasi tanpa izin edar alias ilegal disita Subdit Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus(Dit Reskrimsus) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pengungkapan kasus itu, bermula dari informasi masyarakat tentang adanya pengiriman obat tanpa izin edar melalui salah satu perusahaan jasa pengiriman di Jalan Veteran, Kota Palu.

Penyidik Dit Reskrimsus Polda Sulteng menggandeng Balai Penelitian Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palu dan langsung mengamankan AA berikut paket yang diterima berupa obat Tramadol HCL 50 mg sebanyak 310 butir.

Tidak hanya itu, penyidik juga mengamankan saudara MA yang beralamat di Jalan Bulu Masomba, Kota Palu, hasil pengembangan tersebut mengantarkan penyidik untuk meringkus saudara AI alias PI alias BA yang beralamat di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara dan menyita 8.460 butir Tramadol HCL tablet 50 mg.

Baca Juga :   Bahas Lima Ranperda, DPRD Palu Bentuk Dua Pansus

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto dalam keterangannya mengatakan, pengungkapan persediaan farmasi berupa obat jenis Tramadol HCL 50 mg tanpa ijin terjadi pada Agustus 2021 yang lalu.

“Ada dua orang yang ditetapkan tersangka yaitu MA (24) alamat Jalan Towua Palu Selatan dan AI alias PI alias BA (23) alamat Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara,” jelas Kabid Humas, Selasa (19/10/2021).

Selain itu kata Kabid Humas, penyidik juga menyita 14.362 butir obat tanpa ijin edar terdiri dari 9.302 obat tramadol HCL tablet 50 mg, 2.000 butir obat Hexymer-2, 2.000 obat Trihexyphenidyl tablet 2 mg dan 1.040 butir obat tanpa merk serta barang bukti lain terkait kasus tersebut.

Baca Juga :   Kasus Covid-19 Melandai, DWP BKKBN Sulteng Rayakan Natal Bersama

“Dalam perkembangan kasusnya, pada hari ini Selasa tanggal 19 Oktober 2021, kedua tersangka berikut barang bukti telah diserahkan kepada pihak Kejati Sulteng. Terhadap tersangka dijerat undang-undang kesehatan sebagaimana diubah undang-undang Cipta Kerja dan atau Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana 15 tahun dan denda Rp1,5 Milyar-Rp2 Milyar,” jelasnya.

Kabid Humas mengimbau, kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tengah agar tetap berhati-hati saat membeli atau mengkonsumsi obat, lebih baik apabila pembelian obat menggunakan resep dokter atau setidaknya membeli di Toko Obat atau Apotik. */YAT

Komentar

News Feed