oleh

Enam Ahli Waris Pembuat Kasur Terima Santunan Rp42 Juta dari BPJamsostek

-Kota Palu-dibaca 294 kali

SULTENG RAYA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) kini dipanggil BPJamsostek secara simbolis menyerahkan santunan jaminan kematian (JKm) kepada enam ahli waris di Desa Dalaka, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Selasa (19/10/2021).

Santunan diserahkan secara simbolis Kepala BPJamsostek Kantor Cabang Palu diwakili Kepala Bidang Kepesertaaan BPJamsostek Kantor Cabang Palu, Amrullah didampingi Agen Perisai BPJamsostek, Rocky dan Kaur Pemerintahan Desa Dalaka, Ummi Sar’an.

Kabid Amrullah mengatakan, keenam peserta yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja tersebut merupakan peserta bukan penerima upah (BPU) alias pekerja informal yang sehari-harinya bekerja sebagai pembuat bantal dan kasus dari kapuk.

“Selama 2021, sudah 10 orang peserta BPU yang meninggal dunia. Kesemuanya meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, sehingga mendapat manfaat santunan jaminan kematian dari BPJamsostek masing-masing Rp42 juta,” kata Amrullah.

Baca Juga :   PEMBINAAN ASN KEMENAG MOROWALI, Kakanwil Ulyas: Kunci Berhasil, ASN Harus Disiplin

Terpisah, Kakacab BPJamsostek Palu, Raden Harry Agung Cahya, mengatakan, para pekerja informal yang kepesertaanya melalui Agen Perisai BPJamsostek di Desa Dalaka tersebut, hanya dibebani iuran setiap bulan sebesar Rp16.800 untuk dua program dasar perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek), yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm).

Program JKK memiliki manfaat, yakni biaya rumah sakit tanpa batas bagi peserta mengalami kecelakaan kerja, dirawat di fasilitas rumah sakit pemerintah kelas I.

Apabila kecelakaan mengakibatkan kematian, ahli waris peserta akan mendapat santunan kematian akibat JKK sebesar Rp148 juta lebih. Jika peserta cacat total tetap akibat JKK, maka akan mendapat santunan Rp159 juta lebih. Selanjutnya, akan mendapatkan beasiswa bagi dua orang anak dengan nilai total hingga Rp174 juta.

Baca Juga :   TP3 Kabonena Siap Jemput Sampah di RT 04/RW 04

“Jika pekerja yang kecelakaan kerja cacat dimungkinkan bisa bekerja kembali, maka akan didampingi hingga bekerja kembali. Seluruh biaya perawatan ditanggung BPJamsostek serta mendapatkan santunan upah 100 persen selama 12 bulan pertama dan 50 persen upah bulan selanjutnya. Program ini namanya RTW atau return to work,” jelas Kakcab Harry.

Kemudian, program JKm memilik manfaat berupa pemberian santunan kematian kepada ahli waris pekerja meninggal dunia, bukan karena kecelakaan kerja sebesar Rp42 juta.

“Jadi, kalau pekerja yang kepesertaannya aktif lalu meninggal dunia, akan mendapatkan Rp42 juta dengan rincian, santunan kematian sebesar Rp20 juta, biaya pemakaman sebesar Rp10 juta dan santunan berkala yang dibayarkan sekaligus sebesar Rp12 juta. Manfaat santunan ini tidak melihat berapa lama seseorang menjadi peserta. Melainkan, setiap peserta yang masih aktif meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja alias meninggal biasa, dipastikan mendapatkan santunan Rp42 juta, seperti yang dialami saudara kita pekerja informal di Desa Dalaka, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala ini,” jelasnya.

Baca Juga :   Persekutuan Oikumene BTN Korpri Kawatuna Rayakan Natal Secara Prokes

Sementara itu, bagi peserta yang meninggal dunia sudah terdaftar aktidf selama minimal tiga tahun, juga mendapatkan hak beasiswa maksimal dua anak anak dengan total beasiswa Rp174 juta. HGA

Komentar

News Feed