oleh

ALAMI INSIDEN DI PON XX – Biaya Pengobatan dan Perawatan Atlet Gantole Ditanggung BPJamsostek

-Olahraga-dibaca 170 kali

SULTENG RAYA – Laga Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang berlangsung di beberapa wilayah Papua sempat dihebohkan dengan insiden dialami atlet gantole kontingen Sumatera Barat di Kabupaten Jayapura.

Adalah Khaidir Anas, atlet yang sudah menyumbangkan emas bagi kontingennya itu, mengalami insiden saat hendak lepas landas dan mendarat darurat di atap rumah warga.

Sekretaris Umum Panitia Besar PON XX, Elia Loupatty, mengatakan, seluruh atlet telah mendapatkan perlindungan program jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek).

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek), Roswita Nilakurnia, mengatakan pihaknya akan secara proaktif menjalin koordinasi dengan PB PON XX Papua untuk mempermudah pelayanan jika terjadi insiden.

“Saya yakin tidak ada satupun dari kita yang menginginkan terjadinya insiden, namun tindakan preventif mutlak diperlukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan,” tutur Roswita.

Tindakan preventif dimaksud, salah satunya adalah dengan memastikan perlindungan Jamsostek sebagai jaminan perlindungan atas kondisi sosial ekonomi yang mungkin dialami setiap pekerja.

Atlet juga merupakan salah satu kategori pekerja memiliki risiko kerja cukup tinggi. Terlebih, untuk olahraga ekstrim seperti gantole.

Roswita memastikan atlet yang mengalami insiden tersebut mendapatkan perawatan dan pengobatan sampai sembuh, tanpa ada batasan biaya sesuai kebutuhan medis.

“Tentunya kita mengharapkan atlet yang mengalami insiden tidak mengalami cedera serius dan segera pulih dan jika memungkinkan kembali bertanding,” terangnya.

Perwakilan BPJamsostek melalui Kantor Cabang Jayapura telah mengunjungi Khaidir Anas di RSUD Jayapura dan memastikan kondisi atlet tidak mengalami cedera serius, namun masih tetap harus mendapatkan perawatan dan dipantau tim RSUD Jayapura untuk proses penyembuhan dan pemulihannya.

Hal sama juga menimpa Andi Muhammad Fadly, seorang peserta dari Kontingen DKI Jakarta mengalami insiden saat lomba di Sirkuit Balap Motor Freegeeb, Tanah Miring, Merauke.

“Perwakilan kami di Kantor Cabang Merauke juga telah melihat kondisi yang bersangkutan dan memastikan perlindungan BPJamsostek diterima oleh sang atlet,” katanya.

Insiden dalam dunia olahraga memang rentan terjadi. Terlepas dari jenis olahraganya, risiko selalu ada dalam setiap cabang olahraga (cabor).

Intensitas aktivitas fisik tinggi tentunya meningkatkan potensi atlet mengalami cedera, baik saat persiapan maupun saat kompetisi berlangsung.

Perlindungan jaminan sosial disediakan BPJamsotek memiliki peran penting mencegah atlet mengalami hal-hal tidak diinginkan, akibat aktivitas profesinya yang bisa menyebabkan dirinya dan keluarga terdampak risiko ekonomi serta menyeret mereka lebih jauh dari kesejahteraan.

Khusus gelaran PON XX Papua, sebanyak 7.202 Atlet dan 3.651 Official serta 2.509 Official Kontingen yang terlibat dari 34 Provinsi telah terdaftar sebagai peserta aktif BPJamsostek.

Secara otomatis seluruh peserta kontingen mendapatkan perlindungan atas dua risiko kerja, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm) selama perhelatan PON XX Papua berlangsung atau setara dua bulan perlindungan.

BPJamsostek menyampaikan apresiasi bagi PB PON XX Papua dan Pemerintah dalam memberikan perlindungan Jamsostek bagi para atlet. Tujuannya agar memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi atlet dan keluarganya.

Kesadaran pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan harus selalu ditingkatkan, agar perlindungan menyeluruh bagi para pekerja Indonesia, dapat segera terwujud. Tentunya kesejahteraan bagi pekerja dan keluarga dapat segera tercapai.

Terpisah, Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJamsostek Sulawesi Tengah, Raden Harry Agung Cahya, mengungkapkan, atlet merupakan pekerjaan memiliki resiko tinggi karena memiliki kerentanan terhadap cedera.

“Untuk itu kami di daerah terus mendorong para atlet yang berada di bawah naungan KONI Sulteng agar dapat melindungi seluruh atletnya. Mulai dari persiapan sampai dengan pertandingan, baik di tingkat daerah sampai dengan nasional,” ucapnya. */HGA

Komentar

News Feed