oleh

Virtual Tour, Dosen Untad Kenalkan Budaya Tanah Kaili

-Pendidikan-dibaca 139 kali

SULTENG RAYA-Perkuliahan yang masih dilakukan secara daring akibat pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat dalam proses belajar-mengajar pada mata kuliah Modul Nusantara di Universitas Tadulako.

Hal ini terlihat salah satunya pada Tim Pendamping Kelompok 12 Mata Kuliah Modul Nusantara UNTAD yang mengadakan virtual tour untuk para peserta dalam mata kuliah MBKM ini, antaralain Dr. Ida Nur’aeni, M.Pd selaku Koordinator Pendamping, Dr. Andi Heryanti Rukka, S.Pi., M.Si. sebagai Anggota Pendamping dan Melati sebagai Mentor.

Tim pendamping ini melakukan kunjungan ke beberapa cagar budaya yang ada di Sulawesi Tengah khususnya di wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala. Cagar budaya yang dikunjungi antaralain Taman Megalitik Vatunonju yang berada di Desa Watunonju Kabupaten Sigi, Rumah adat kaili ‘Souraja’ dan Makam Dato Karama yang berada di Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu serta tempat penenun Batik Bomba sebagai batik khas Palu.

Baca Juga :   SMPN 12 Targetkan Vaksinasi Pelajar Segera Capai 100 Persen

Virtual tour ini ditujukan untuk memberi informasi dan sebagai pengenalan awal kepada peserta mata kuliah modul nusantara terkait tempat-tempat bersejarah dan kebudayaan di Sulawesi Tengah khsusnya di Tanah Kaili.

Selain itu, Tim Pendamiping juga menghadirkan dua orang tokoh budayawan, Ashar dan Smith yang menjelaskan secara lebih detail tekait tentang budaya kaili kepada peserta.

Mahasiswa peserta mata kuliah ini berasal dari berbagai Universitas di beberapa daerah di Indonesia antaralain Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan, Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Sumatera Utara (USU), Medan dan Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Cirebon.

Dr. Andi Heryanti Rukka, S.Pi., M.Si, yang ditemui di Fakultas Peternakan dan Perikanan mengaku senang bisa berbagi informasi dan pengetahuan terkait budaya di Sulawesi Tengah kepada mahasiswa lintas universitas tersebut.

Baca Juga :   Siswa Antusias Ikuti Ujian Akhir Semester dengan Dua Sesi Tatap Muka Terbatas

Dosen Prodi Akuakultur FAPETKAN ini berharap, bisa berjumpa dan mengajak para mahasiswa untuk mengenal Tanah Kaili dan kebudayaannya secara langsung jika kondisi telah membaik.

“Saya merasa senang bisa berbagi informasi dan pengetahuan kepada mahasiswa modul nusantara. Meskipun masih secara virtual, adik-adik mahasiswa sangat antusias dalam mengikuti materi seputar kebudayaan di Sulawesi Tengah yang kami berikan dalam mata kuliah ini,” ujar Andi Heryanti Rukka.

Mata kuliah ini merupakan salah satu terobosan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam rangka Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mata kuliah ini didesain melalui metode pembimbingan yang rangkaian kegiatannya difokuskan dalam 4 tema besar yaitu kebhinnekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial.

Baca Juga :   Wakil Rektor III Launching Sabtu Ceria di FISIP Unismuh Palu

Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pada Modul Nusantara berbasis pada kearifan lokal yang ditujukan agar mahasiswa dapat mengenal dan memiliki pemahaman yang komperhensif terhadap keragaman budaya yang ada di Indonesia, khususnya di daerah perguruan tinggi penerima.*/ENG

Komentar

News Feed