oleh

Alfamidi Kantongi Izin Donasi dari Kemensos dan Kemenag RI

-Ekonomi-dibaca 212 kali

SULTENG RAYA – Pengelolaan donasi bagi konsumen yang berbelanja di Alfamidi ternyata telah mengantongi izin dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Diketahui, donasi konsumen diimanfaatkan untuk kemanusiaan sehingga perlu dikelola yayasan kredibel. Pengumpulan donasi dilakukan secara nasional di semua cabang Alfamidi.

Corporate communication Alfamidi, Arif L Nursandi pada Jumat (15/10/2021) mengatakan, sesuai amanah Undang-Undang, pengelola donasi konsumen Alfamidi sudah mendapat izin dari Kemensos atau dari Kemenag RI. Hal ini berdasarkan perintah Undang-Undang Nomor 9 tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang atau Barang. Sebagaimana yang tercantum pada pasal Pasal 4, apabila pengumpulan itu diselenggarakan dalam seluruh wilayah negara atau melampaui daerah tingkat I atau untuk menyelenggarakan/membantu suatu usaha sosial di luar negeri, maka perizinannya dari Kemensos.

Sementara, bagi lembaga/yayasan Islam, perizinannya dari Kementerian Agama dan harus melalui rekomendasi dari Baznaz. Sebagaimana dijelaskan oleh Rizaludin Kurniawan selaku Pimpinan Baznas RI Bidang Penghimpunan yang dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jumat (15/10/2021) dalam aturannya kata Rizaludin, izin pengumpulan dana publik itu ada dua pilihan rekomendasi izinnya, pertama bisa lewat Kemensos dan kedua lewat Kemenag.

”Jadi masing-masing yayasan atau lembaga sosial bisa memilih jalur perizinan. Tapi kalau untuk pengumpulan dana publik berupa ZIS-DSKL maka izinnya harus ke Kemenag atas rekomendasi dari Baznas RI. Hal ini tercantum dalam UU zakat 23/2011 dan PP 14/2014 serta aturan turunan lainnya berupa PERBAZNAS,” kata Rizaludin yang juga dosen di FDIKOM.

Sehingga dalam hal ini, Baznas RI sebagai kordinator dan pengendali organisasi pengelola zakat, infak, sedekah yang dijamin UU 23 tahun 2011 sangat mendukung Alfamidi dalam bekerjasama dengan semua jaringan Baznas untuk pengumpulan sedekah/donasi dari masyarakat, dengan syarat lembaganya punya izin dari Kementerian Agama dan dapat rekomendasi dari Baznas.

Baca Juga :   Kelompok Transportasi Dominasi Inflasi November di Kota IHK Sulteng

“Dan sampai saat ini, Baznas dengan Alfamidi telah bekerjasama di pembayaran zakat via kasir,” ujarnya.

Sekali lagi dia menekankan, lembaga Islam yang mengumpulkan dana ZIS/zakat infak sedekah dan DSKL/dana sosial keagamaan lain, harus mendapat rekomendasi dari Baznas RI dan izin dari Kemenag.

Selanjutnya, masing-masing yayasan atau lembaga sosial melakukan kerjasama tertulis dengab pihak Alfamidi setelah yayasan ataupun lembaganya sudah memenuhi legalitas lengkap dan proposal penyaluran/pemanfaatannya disepakati oleh kedua belah pihak.

Dalam pengumpulan dan pengelolaan donasi tersebut, yayasan/perkumpulan atau lembaga sosial harus mengajukan izin secara Online Single Submission (OSS) atau pengurusan izin secara online di Kementerian Sosial (Kemensos) ataupun di Kemenag.

SELEKSI KETAT

Setelah memiliki legalitas, yayasan akan membuat perjanjian kerjasama dengan Alfamidi maksimal tiga bulan dalam satu periode, sesuai dengan izin yang mereka dapat dari Kemensos-Kemenag. Sebelum bekerjasama mereka harus melalui FIT and Proper test terlebih dahulu.

“Sebagai perusahaan terbuka, kami memang tidak sembarangan bekerjasama. Meski sudah memiliki ijin yang lengkap, yayasan yang mau mengelola donasi harus melalui tahap seleksi yang ketat,” ujar Corporate Communications Manager Alfamidi, Arif L. Nursandi.

PENGUMPULAN

Dalam pengumpulan donasi, setiap ada uang kembalian ganjil (kisaran Rp1 hingga Rp499) maka petugas kasir akan menawarkan pelanggan untuk mendonasikannya. Jika pelanggan setuju maka bukti donasi itu akan tertera di ekor struk.

Baca Juga :   SALURKAN KREDIT PRODUKTIF, Bank Mandiri Butuh Peran Aktif Penyuluh Pertanian

Tapi bila pelanggan tidak setuju maka petugas kasir tetap akan memberi semua uang kembalian, dengan tetap memberikan pelayanan yang terbaik. Jadi berdonasi lewat uang kembalian adalah pilihan bagi pelanggan. Bisa ikut serta bisa juga tidak.

“Jadi tidak ada paksaan kepada pelanggan untuk mendonasikan uang kembalian, ini hanya kerelaan dari pelanggan kami karena programnya untuk kemanusiaan,” tutur Andi sapaan akrabnya.

PEMANFAATAN

Lewat yayasan, pemanfaatannya digunakan untuk menopang warga kurang mampu, membantu kaum dhuafa, warga yang terdampak bencana alam, terdampak COVID-19, hingga untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan dengan membantu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Tanah Air.

“Karena yayasan adalah pengelola dana donasi, bukan Alfamidi. Setelah dana terkumpul, semua akan diberikan kepada yayasan yang telah bekerjasama sesuai periodenya,” paparnya.

Untuk yayasan berbasis agama Islam seperti Lembaga Amil Zakat, Infaq dan shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu), Yayasan Mizan Amanah dan Baitulmaal Muammalat ada di bawah Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. Sebagaimana sebelumnya disampaikan oleh Rizaludin dari Baznas RI.

“Jadi, semua dana donasi yang mereka (yayasan Islam) dapat harus dilaporkan dan tercatat semua ke Baznas untuk kemudian diteruskan ke Kemenag. Selanjutnya Kemenag akan mengaudit yayasan-yayasan Islam tersebut. Jadi, mereka izinnya tidak ke Kemensos,” jelas Andi.

Untuk yayasan-yayasan berbasis Islam tersebut, regulasinya diatur dalam Undang Undang Nomor 23 tahun 2011 tentang Zakat dan PP Nomor 14 tahun 2014.

Karena itu kata Andi, dalam hal ini pelanggan tidak perlu khawatir. Sebab perseroan menjamin donasi konsumen disalurkan oleh yayasan dengan tepat sasaran.

Baca Juga :   Transformasi Struktur Liabilitas, Biaya Dana BRI Sentuh Titik Terendah

Sekali lagi kami tekankan bahwa untuk hasil sumbangan sukarela pelanggan setia Alfamidi (donasi Alfamidi), dikelola langsung oleh yayasan yang berbadan hukum dan memiliki izin yang lengkap. Hasil donasi dimanfaatkan untuk program kemanusiaan.

PEMANFAATAN DI SULAWESI TENGAH

Di Sulawesi Tengah sendiri, dalam pemanfaatan donasi konsumen, disalurkan membantu korban gempa dan tsunami pada September 2018. Kala ini jumlah yang disalurkan pengelola donasi konsumen nilainya tidak sedikit. Hampir 50 persen donasi konsumen Alfamidi secara nasional ditambah dengan dana CSR Alfamidi diarahkan ke Palu, Sigi dan Donggala baik dalam bentuk bantuan makanan pokok, higien kits, hunian sementara dan sebagainya.

Belum lagi penyaluran 1.000 sembako di April 2020. Lebih dari 1.000 paket sembako di Agustus 2021. Tujuh gerobak untuk tujuh UMKM. Serta masih banyak lagi bantuan yang lain.

Alfamidi menggandeng Yayasan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodakoh Nadlatul Ulama (Lazisnu) telah bekerjasama dalam penggalangan dana uang sisa kembalian konsumen Alfamidi.

Dan pemanfaatannya sangat jelas. Antara lain penyaluran dana untuk korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala. Khusus untuk pemanfaatan donasi Alfamidi di wilayah Sulawesi Tengah.

“Karena dana ini dari masyarakat konsumen setia Alfamidi, maka dana yang terkumpul melalui donasi Alfamidi, harus dikembalikan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui kegiatan-kegiatan sosial yang sudah disepakati dengan pihak lembaga atau Yayasan diantaranya Yayasan Lazisnu sebagai salah satu mitra Alfamidi,” jelasnya. */HJ

Komentar

News Feed