oleh

BULAN INKLUSI KEUANGAN 2021, BEI Sulteng Edukasi Pasar Modal Netizen @anakuntad.com

-Ekonomi-dibaca 123 kali

SULTENG RAYA – Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tengah kembali menyelenggarakan kegiatan guna berpartisipasi dalam menggalakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2021.

Bersama anakuntad.com, BEI Sulteng sukses melaksanakan kegiatan edukasi pasar modal secara virtual melalui Live Instagram @anakuntaddotcom terkait pasar modal merangkul netizen follower @anakuntaddotcom di Instagram, Kamis (14/10/2021) malam.

Kepala Kantor BEI Sulteng, Dendy Faizal Amin, menjelaskan, pasar modal adalah pihak yang memfasilitasi pihak membutuhkan dana, seperti perusahaan swasta, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau pemerintah yang membutuhkan dana dan pihak mencari instrument investasi.

Tujuan kehadiran BEl di Sulteng yaitu untuk menyelengarakan perdagangan di pasar modal.

“Dua fungsi kehadiran pasar modal di Sulteng sepanjang tahun 2018 yaitu, pertama memberikan informasi seputar investasi pasar modal kepada masyarakat, seluruh kabupaten kota, bahkan kampus-kampus. Kedua, melalui Kantor Perwakilan dapat membantu pusat-pusat daerah, maupun Pemerintah daerah untuk mendapatkan akses pendanaan, baik untuk eksistansi atau pembiayaan infrastruktur melalui mekanisme di pasar modal, baik dalam hal penerbitan surat hutang atau penerbitan saham,” jelasnya.

Baca Juga :   PEMBERDAYAAN UMKM BRI, Pengusaha Kripik Suryaningsih Tuai Berkah

Dendy menjelaskan, ada bebarapa transaksi di pasar modal, mulai dari saham, kredit dan lain sebagainya, serta transaksi paling besar di pasar modal adalah transaksi saham.

“Dari data BEI transaksi saham per hari sekitar Rp13 triliun, itu merupakan transaksi yang setiap hari investor lakukan dalam pembelian saham, jika di Sulteng rata-rata transaksi investor sekitar Rp500 miliar sampai Rp600 miliar per bulan. Jika dibandingkan dengan kawasan Indonesia timur, posisinya kurang lebih ke empat,” ungkapnya.

Kepala BEI menyebut investor di Sulawesi tengah sekitar 10.000 investordidominasi milenial.

“Yang menarik adalah 64 persen diantaranya itu adalah kalangan milenial yang usianya 30 tahun ke bawah, dari 64 persen investor anak-anak muda tersebut, jika diakumulasi total aset saham di pasar modal kurang lebih Rp57 miliar,” katanya. MG1/RHT

Komentar

News Feed