oleh

PN Donggala Gelar Sidang Perdana Kasus Sabu 95 Kg

SULTENG RAYA – Pengadilan Negeri (PN) Donggala menggelar sidang perdana kasus penangkapan sabu seberat 95 Kg dengan terdakwa Jaherangg Bin Muhammad Tahir dan Alfian Awumbas Bin Morens Awumbas, yang dilakukan secara virtual, Kamis (14/10/2021).

Sidang tersebur dipimpin oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Donggala, Ni Kadek beserta dua anggotanya yaitu Vincensius dan Armawan. Sidang berlangsung sangat singkat karena saksi tidak dapat hadir dalam sidang yang dilaksanakan secara virtual tersbut.

Pantauan Sulteng Raya, sidang yang menghadirkan JPU Nurohmad dan dua tersangka itu berjalan sangat singkat, karena saksi yang tidak hadir.

“Yang mulia kami meminta sidang ditunda, dikarenakan saksi kami sedang tugas luar daerah,” kata JPU Nurohmad.

Baca Juga :   Pemda Donggala Evaluasi RPJMD 2019-2023

Menimbang usulan tersebut, Hakim Ketua Ni Kadek memutuskan untuk menunda agenda sidang hingga Kamis pekan depan.

Diketahui, berdasarkan data SIPP PN Donggala pengedar sabu 95 Kg ini ditangkap di perairan pulau Maputi, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala sekira pukul 23.00 Wita pada tanggal 14 April 2021.

Setelah dilakukan penangkapan, selanjutnya petugas BNN RI melakukan penggeledahan di dalam kapal Alfian Awumbas Bin Morens Awumbas dan ditemukan enam buah karung di dalam kapal tersebut.

Selanjutnya, enam buah karung tersebut dibuka dan ditemukan 89 bungkus narkotika golongan I jenis metamfetamina (Sabu) dalam bentuk butiran Kristal warna putih. Selanjutnya petugas BNN RI melakukan pengembangan dengan meminta Alfian Awumbas Bin Morens Awumbas untuk menyerahkan 89 bungkus narkotika golongan I jenis sabu dalam bentuk butiran Kristal tersbut kepada orang yang akan menerimanya di dermaga belakang kantor perikanan dekat Pelabuhan Bajoe, Bone.

Baca Juga :   PPKM DI DONGGALA TURUN LEVEL DUA, Pengunjung Wisata Air Terjun Loto Meningkat

Bahwa terdakwa Jaherang Bin Muhammad Tahir akan menerima Rp50 Juta setelah berhasil membawa narkotika jenis sabu tersbut. Bahwa barang bukti Narkotika Golongan I yang mengandung Metamfetamina dengan berat keseluruhan kurang lebih sejumlah 95.062 gram.

Selanjutnya, disisihkan untuk dilakukan pengujian di pusat laboraturium narkotika BNN RI dan sebagaimana surat kepal Pusat Laboraturium Narkotika nomor PL330CD/IV/2021/Pusat Laboraturium Narkotika, tanggal 29 April 2021 diperoleh kesimpulan bahwa barang bukti tersebut positif narkotika yang terdaftar dalam golongan I nomor urut 61 dan diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Bahwa perbuatan terdakwa Jaherang Bin Muhammad Tahir bersama Alfian Awumbas Bin Morens Awumbas tersebut dalam melakukan percobaan atau pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi lima gam tidak memiliki izin dari pihak yang berwenang dan tidak sesuai ddengan pekerjaan terdakwa. ADK

Komentar

News Feed