oleh

Pemkot Putuskan PTMT Pekan Depan

-Pendidikan-dibaca 36 kali

SULTENG RAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Palu memutuskan penerapan kembali Pembelaiaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) pekan depan (18/10/2021) pada satuan pendidikan PAUD/TK, SD, dan SMP, berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor:440/2378/DISDIK/2021

Pada surat edaran tersebut, juga memuat tentang Prosedur Operasional Tetap (PROTAP) Pembelaiaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Adapun pengaturan protapnya sesuai dengan jenjang masing masing sebagai berikut, untuk jenjang PAUD/TK yakni setiap kelas maksimal 30 persen dari total jumlah peserta didik di kelas tersebut, masuk pukul 08:00-10:00, Jam istrahat selama 15 menit untuk makan dan minum didalam kelas.

Untuk jenjang SD yakni, setiap kelas maksimal 50 persen dari total jumlah peserta didik di kelas tersebut, masuk pukul 08:00-1200, Jam istrahat selama 15 menit untuk makan dan minum didalam kelas.

Baca Juga :   Kabid Pantau Langsung Pelaksanaan PTMT Hari Pertama

Dan untuk jenjang SMP yakni, setiap kelas dibagi dua kelampok terdiri dari kelompok A dan B, kelompok A masuk di minggu Ganjil dan Kelompok B masuk diminggu Genap, dengan jedwal sebagai berikut : kelas 7 masuk pukul 07.30-11.00, kelas 8 masuk pukul 08.00-11.30, kelas 9 masuk pukul 08.30-12.00, jam belajar direduksi yang semula 40 menit per jam menjadi 30 menit perjam, setiap mata pelaaran dalam satu pekan hanya satu kali tatap muka, pengaturan jarak tempat duduk dan komunikasi minimal 1,5 meter.

Selain itu dalam implementasi PTMT pihak sekolah wajib melaksanakan koordinasi intensif dengan petugas kesehatan terdekat (PUSKESMAS), mengajak warga sekolah untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mengajak warga sekolah untuk senantiasa berdoa dan mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa,

Baca Juga :   Mendikbud ungkap Pentingnya Teknologi di Dunia Pendidikan

Selanjutnya, Kepala Sekolah dan Guru wajb mengawasi peserta didik untuk tidak keluar kelas selama jam sekolah, tidak memberlakukan sanksi kehadiran kepada siswa yang kurang sehat, sakit dan alasan lainnya, warga sekolah wajb menghindari kontak fisik langsung (bersalaman, cium tangan dan sebagainya), melakukan pengawasan ketat kepada semua tamu yang datang ke sekolah (Protokol Kesehatan), setiap kelas wajb menyediakan satu wastafe atau tempat cuci tangan dan handsanitizer yang dapat digunakan oleh peserta didik, menyediakan masker khususnya peserta didik yang berekonomi lemah, optimalisasi fungsi UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) beserta perlengkapannya.

Selain itu, sebelum PTMT dimulai sekolah terlebih dahulu melakukan penyemprotan disintektan terhadap sarana dan prasarana sekolah, minimal seminggu sekali, bagi peserta didik yang tidak disiplin dengan waktu belajar yang telah ditetapkan dan tidak mematuhi protokol kesehatan maka diberikan sanksi belajar di rumah (BDR).

Baca Juga :   Temui Rektor, Kepala BPPW Sulteng Bahas Percepatan Rehab Rekon Untad

Selanjutnya bagi peserta didik yang tidak dizinkan oleh orang tua atau wali untuk mengikuti PTMT , maka tidak diwajbkan untuk bersekolah dan tetap mendapatkan layanan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Khusus untuk jenjang SMP yang dapat melakukan pembelajaran tatap muka terbatas hanya diprioritaskan bagi peserta didik yang telah divaksin.JAN

Komentar

News Feed