oleh

158 RIBU PEKERJA BELUM TERLINDUNGI BPJAMSOSTEK, Pemkot Palu Target Universal Coverage di 2024

-Kota Palu-dibaca 64 kali

SULTENG RAYA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) alias BPJamsostek Kantor Cabang Palu, mencatat, Hingga 2021, tercatat total peserta aktif telah ter-cover BPJamsostek baru 58.286 orang.

Sementara, potensi peserta terlindungi dalam program perlindungan jaminan sosial (jamsos) ketenagakerjaan di Kota Palu masih ada sebanyak 172.221 orang. Dari 172.221 orang potensi jadi peserta BPJamsostek, sebanyak 13.457 telah tercover berkat intervensi Pemkot Palu dengan skema penerima bantuan iuran (PBI), terdiri dari pekerja penerima upah (PU) alias pekerja formal 5.628 orang, pekerja bukan penerima upah (BPU) alias pekerja informal 2.329 orang, anggota Korpri 5.500 orang. Sedangkan sisanya sebanyak 158.754 orang masih belum terlindungi. Jumlah tersebut sudah termasuk di dalamnya pekerja rentan yang butuh perhatian dari Pemerintah.

Melihat data tersebut, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, siap berkomitmen untuk mendorong penambahan peserta BPJamsostek. Ia menargetkan, pada 2024 mendatang, potensi peserta tersisa tersebut dapat terlindungi secara menyeluruh alias universal coverage.

Ia menilai, tidak ada alasan untuk tidak mengikuti program BPJamsostek. Selain sudah menjadi kewajiban pemberi kerja sekaligus hak pekerja yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, manfaatnya juga sangat jelas.

Beberapa strategi telah disiapkan utnuk mewujudkan universal coverage bagi pekerja di Kota Palu pada 2024, yakni meperketat pemberian dan perpanjangan izin usaha di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palu.

Baca Juga :   Polda Sulteng Sita Belasan Ribu Obat Ilegal, Satu Tersangka Dari Jakarta Diamankan

“Ke depan, kita komitmen untuk menjadikan syarat pembuatan maupun perpanjangan izin. Selain itu, saya minta DPMPTSP melakukan cross check, perusahaan-perusahaan mana saja yang belum mendaftarkan karyawannya dalam program BPJamsostek,” kata Wali Kota Hadianto Rasyid pada kegiatan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dengan BPJamsoskte di salah satu hotel di Kota Palu, Kamis (14/10/2021).

Senada, Kepala Bappeda Kota Palu, Arfan, mengatakan, rencana memberikan perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja rentan di Kota Palu melalui skema PBI, sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palu 2021-2026.

“Sejak 2017, memang sudah terus kita dorong. Namun, secara perlahan. Ditargetkan, pada 2022 hingga 2024 mendatang, kita fokus melakukan upaya pendaftaran pekerja rentan secara menyeluruh dalam program perlindungan jamsos BPJamsostek melalui skema PBI. Semoga, 2024 semua sudah terealisasi,” kata Arfan.

Penandatanganan kesepakatan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkot Palu untuk memberikan perlindngan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan di Kota Palu yang tidak memiliki akses perlindungan sosial, diantaranya, seluruh ketua RT/RW, pegawai syara petugas pemulasaran jenazah, kader posyandu, kader KB, tagana, pekerja sosial masyarakat, nelayan, pemulung, pekerja disabilitas, kusir dokar dan tukang becak di Kota Palu.

Baca Juga :   Kapolda Sulteng Kunjungi Rumah Korban Dugaan Asusila Oknum Kapolsek Parigi

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJamsostek Palu, Raden Harry Agung Cahya, mengapresiasi Pemkot Palu yang terus berupaya memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pekerja rentan di daerah itu.

“Pemberian akses perlindungan sosial bagi pekerja rentan di Kota Palu ini merupakan bentuk implementasi #PaluBerbagi. Dalam artian, perlindungan sosial bagi pekerja rentan yang tidak memiliki akses perlindungan sosial, khususnya ketenagakerjaan,” kata Raden Harry.

Ia menguraikan, sebelumnya, Pemkot Palu juga telah mengikutkan pekerja rentan dalam program BPJamsostek dengan skema pembayaran iuran ditanggung APBD Kota Palu. Hingga September 2021, total peserta yang diikutkan dalam pembiayaan APBD sebanyak 8.405 orang, terdiri dari Non ASN di lingkup Pemkot Palu sebanyak 3.887 orang, pekerja program padat karya 3.756 orang dan juru parkir 762 orang.

“Dari 58.256 peserta aktif BPJamsostek Kota Palu, sebanyak 8.405 peserta merupakan tanggungan Pemkot Palu. Sedangkan sisanya 49.863 merupakan kepesertaan dari PU, BPU dan perusahaan jasa konstruksi. Dengan rincian, PU 26.164 peserta, BPU 3.111 peserta dan Jakon 20.588 peserta,” jelasnya.

Baca Juga :   Pj. Sekdaprov Sulteng Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Masjid Baitul Haq

Pada kesempatan itu, dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis oleh Wali Kota Hadianto didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Kota Palu, santunan kematian kepada empat ahli waris peserta BPJamsostek penerima bantuan iuran (PBI) dari Pemkot Palu.

Adapun ahli waris peserta, yakni Imam Fauzi, anak dari pekerja program padat karya di Kecamatan Tatanga atas nama Naima. Kemudian, Erna Arta, keluargaa dari pekerja program padat karya di Kecamatan Palu Selatan atas nama Arinawati. Selanjutnya, Ainun, istri dari pekerja hononrer Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Palu atas nama Yaman, serta Darwis, orang tua dari tenaga kontrak Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu atas nama Defri Yadin. Masing-masing ahli waris menerima santunan Rp42 juta.

Turut hadir pada kesempatan itu, Kepala Bappeda Kota Palu, Arfan, Kepala DLH Kota Palu, Irwayanti Pettalolo, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palu, Hajar Mojo, Kepala Dinas Sosial Kota Palu, Romy Sandi Agung, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Denny Taufan, Kepala BKPSDMD Kota Palu, Abidin, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu, Setyo Susanto dan sejumlah camat dan lurah. HGA

Komentar

News Feed