oleh

Lewat Peningkatan SID, BEI Dorong Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi

-Ekonomi-dibaca 47 kali

SULTENG RAYA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, sepanjang delapan bulan terakhir sepanjang 2021, jumlah single investor identification (SID) atau  investor saham di pasar modal terdapat satu juta investor baru.

Dengan peningkatan investor saham yang signifikan itu, BEI mendorong penciptaan sumber ekonomi baru guna mendukung pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19.

Dirut PT BEI, Inarno Djajadi, mengatakan, pandemi Covid-19 yang hampir dua tahun dihadapi menghadirkan tantangan bagi pasar modal serta perekonomian Indonesia.

Penyesuaian secara masif dilakukan untuk menjamin keberlanjutan pasar, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan operasional, termasuk dalam hal pelaksanaan kegiatan edukasi, literasi dan sosialisasi pasar modal, seperti penyelenggaraan CMSE 2021.

Baca Juga :   Lippo Dorong LPKR Makin Transparan dan Bernilai Tambah

Otoritas pasar modal merespon tantangan ini dengan sangat baik dan mampu menorehkan pencapaian penambahan dari sisi jumlah investor, perusahaan tercatat, maupun aktivitas perdagangan.

“Jumlah investor saham atau single investor identification (SID) baru terus mengalami peningkatan dalam 8 bulan terakhir di tahun 2021 dan telah mencapai rekor baru, yaitu sebanyak 1 juta investor saham baru. Tahun 2021 menjadi tahun yang penuh dengan harapan pemulihan ekonomi nasional dan ini tercermin dari tingginya aktivitas perdagangan di BEI dalam 3 bulan terakhir,” ungkap Inarno dalam sambutannya pada penyelenggaraan CMSE 2021, Kamis (14/10/2021) .

Berdasarkan data KSEI per 30 September 2021, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai lebih dari 6.287.350 SID, termasuk di dalamnya adalah 2,9 juta SID saham. Di sisi lain per tanggal 30 September 2021, saat ini telah terdapat 750 perusahaan tercatat di BEI dengan penambahan baru sebanyak 38 perusahaan.

Baca Juga :   Integrasi Rampung, Layanan Digital BSI Semakin Kuat

Tercatat tingginya aktivitas transaksi bursa dan merupakan rekor baru sejak swastanisasi bursa efek pada tahun 1992, di antaranya adalah rata-rata nilai transaksi harian yang mencapai lebih dari Rp13 triliun per hari, atau melonjak 2 kali lipat dalam 5 tahun terakhir. Frekuensi transaksi juga meningkat menjadi rata-rata 1,2 juta transaksi per hari dan merupakan yang tertinggi di ASEAN dalam 3 tahun terakhir.

“Hal ini turut diikuti dengan lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari 19 miliar lembar saham per hari,” kata Inarno. RHT

Komentar

News Feed