oleh

TOPANG PEMBIAYAAN KAMPUS, Tiga Potensi Bisnis Akan Dikembangkan Unismuh Palu

-Pendidikan-dibaca 65 kali

SULTENG RAYA-Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu akan mengembangkan tiga potensi bisnis yang dinilai bisa menambah pendapatan guna menopang pembiayaan kampus.

Hal itu disampaikan Rektor Unismuh Palu, Prof.Dr. H. Rajindra, SE., MM usai melantik sejumlah pejabat di lingkungan kampus, salah satunya Ketua Pusat Bisnis dan Kewirausahaan, Abdul Hanif, S.Sos., M.Si, di ruang aula rektorat, Senin (11/10/2021).

Ketiga bisnis itu, pertama adalah Gedung Islamic Center, gedung tersebut dinilai dapat menambah penghasilan jika dikelolah dengan baik dalam bentuk penyewaan gedung, semisal seminar, workshop, FGD, hajatan pernikahan, dan lain-lain.

Berikutnya, lokasi kampus Unismuh Palu yang berada di depan Jalan Hangtuah, akan didirikan ruko sebagai pusat bisnis halal, akses jalan masuk kampus yang ada saat ini hanya digunakan sebagai akses masuk ke pusat bisnis. Sedangkan akses jalan masuk dan keluar kampus nantinya melalui depan Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh Palu.

Baca Juga :   Pelaksanaan PTMT SMPN 1 Palu Terapkan Blended Learning

Terakhir, pemanfaatan hutan pendidikan yang dimiliki Unismuh Palu seluas 5.100 hektare yang berlokasi di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Nantinya di hutan pendidikan itu, sebagaian akan ditanami tanaman yang bisa menghasilkan uang, seperti tanaman porang, jagung, dan jenis tanaman lainnya.

Hal itu perlu dilakukan kata rektor, karena sudah bukan zamannya meningkatkan pendapatan kampus dengan cara menaikan SPP mahasiswa, apa lagi kondisi saat ini, dimana masyarakat tengah mengalami penurunan ekonomi pasca 28 September 2018, dan pandemi Covid-19 yang hampir melumpuhkan prekonomian bangsa dan negara yang berimbas pada ekonomi masyarakat.

Sementara beban pembiayaan kampus kian meningkat, seiring perjalanan waktu dan tuntutan dalam pelayanan sebagai sebuah perguruan tinggi modern.

Baca Juga :   3 Tim Robotech Tadulako Lolos KRI 2021 Tingkat Nasional

Ketiga potensi bisnis tersebut kata rektor diserahkan ke Pusat Bisnis dan Kewirausahaan untuk dikelolah dan dikembangkan. Bahkan rektor mengusulkan, jika perlu di setiap unit bisnisnya berbentuk Perseoran Terbatas (PT), namun orang-orang yang nekerja di dalamnya tidak mendapatkan gaji, melaikan sistem persentase.

Sebab kata rektor, jika menggunakan sistem gaji perbulan dikhawatirkan tidak memiliki semangat untuk mengembangkan bisnis. Namun berbeda jika menggunakan sistem persentase. “Karena cara ini akan memotivasi karyawannya bekerja lebih giat, sebab penghasilannya sesuai besaran pendapatan unit kegiatan bisnisnya,”ujar rektor. ENG

Komentar

News Feed