oleh

Akhir Tahun, 70 Persen Warga Donggala Sudah Divaksin

SULTENG RAYA – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala, H. Muzakir Ladoali menyebutkan, di akhir Desember tahun 2021 atau akhir tahun ini 70 persen warga Donggala sudah divaksin pada seluruh kelompok sasaran.

Hal itu disampaikan Muzakir dalam penutupan Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan dan Percepatan Vaksinasi COVID-19 Kabupaten Donggala Tahun 2021.

Muzakir mengatakan, koordinasi seluruh pihak yang terkait, antara Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, kelurahan/desa serta institusi TNI dan Polri, lebih ditingkatkan dan tetap terjaga dalam rangka penanganan dan percepatan vaksinasi COVID-19.

“Dalam rangka kelancaran oprasional khususnya para camat, Danramil, Polsek dan jajarannya harus mendapat perhatian dukungan dari Pemerintah Kabupaten Donggala,” ucapnya.

Sementara, Wakil Bupati Donggala, Moh Yasin mengatakan, di lapangan pasti terjadi permasalahan pelaksanaan tugas, karena cara orang berpikir berbeda-beda latar belakang wawasan dan pengetahuan masyarakat juga berbeda-beda.

Baca Juga :   Baksos AKABRI 99 Sulteng Sasar Masyarakat Desa

Sehingga kata dia, sebagai pemimpin di desa, kecamatan maupun di daerah harus betul-betul melakukan komunikasi yang baik yang sesuai dengan karakter dan pemahaman  masyarakat di wilayah tempat kerja masing-masing.

“Hari ini bahwa apa yang kita lakukan bukan hanya untuk kepentingan Donggala, tetapi ini juga kepentingan nasional dan dunia, saya melihat bahwa apa yang kita lakukan hari ini mendapat kendala yang begitu besar, terbukti baru berapa persen kita melaksanakan vaksin, karena ada maindset yang menurut saya perlu kita perbaiki bersama-sama,” terangnya.

Olehnya, Yasin menilai perlunya dilakukan sosialisasi dengan merubah maindset, bahwa vaksin bukan karena pemenuhan syarat tetapi vaksin yaitu hak masyarakat untuk mendapatkan kesehatan.

Baca Juga :   Sisa Tujuh Orang Positif COVID-19 di Donggala

Kata dia, dalam melaksanakan tugas jangan ada lagi upaya intimidasi, harus paham dan mengerti tidak semua camat dan kepala desa mampu melakukan itu, tetapi dengan cara yang telah disampaikan sebelumnya oleh Sekda Donggala, bahwa melakukan pendekatan secara persuasif itu penting.

“Terkait dalam pelaksanaan Rakor walaupun terdapat perbedaan pendapat dan pandangan, saya berharap agar tidak mengurangi kebersamaan dalam melaksanakan tugas dan jadikanlah perbedaan tersebut sebagai kekayaan dengan selalu melakukan konsultasi,” katanya. ADK

Komentar

News Feed