oleh

TUJUH UNICORN DAN DUA DECACORN TEMBUS PASAR ASEAN, OJK Sebut Industri Teknologi Digital Indonesia Cukup Berkembang

-Ekonomi-dibaca 53 kali

SULTENG RAYA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, menilai, industri teknologi digital Indonesia sangat berkembang.

Hal tersebut dibuktikan, saat ini Indonesia sudah memiliki sekitar 2.100 perusahaan startup. Beberapa diantaranya bahkan sudah merambah ke pasar Asean.

“Hingga saat ini telah terdapat 2.100 startup di Indonesia, dimana sampai september 2021 terdapat 7 unicorn dan 2 decacorn yang telah merangkak ke pasar Asean,” ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso saat pembukaan OJK Virtual Innovatiaon Day 2021, mengusung tema ‘Membangun Ekosistem Keuangan Digital Yang Kuat dan Berkelanjutan di Tengah Pandemi Covid-19’, Senin (11/10/2021)

Ia mengatakan, kehadiran teknologi di seluruh aspek tidak mempunyai batasan ruang dan waktu dalam memunculkan berbagai produk baru.

Baca Juga :   Catat! 13 Entitas Pinjol Terbaru Berizin OJK

“Dengan hadirnya digital di antara kita semua, sangat mempermudah kegiatan kita, baik di kehidupan pribadi, kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan bisnis. Karena, Kehadiran teknologi di seluruh aspek kehidupan ini tidak mempunyai batasan ruang dan waktu dalam memunculkan segala produk baru dan kegiatan kita, sehingga semua produk bisa diakses, dibeli kapan saja, dimana saja tanpa ada batasan ruang dan waktu,” katanya.

Menurutnya, OJK siap komitmen akan terus berperan strategis mendukung pengembangan inovasi dalam satu ekosistem keuangan digital.

“Lembaga jasa keuangan di Indonesia didorong untuk terus selalu relevan dari masa ke masa dan responsif dengan perkembangan teknologi, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat untuk menciptakan tenaga kerja dan untuk pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Baca Juga :   BSI Buktikan Kinerja Perbankan Syariah Cemerlang di Masa Pandemi

Dalam kebijakan, kata dia,  OJK terfokus pada dua hal untuk mempercepat pelaksanaan transportasi digital jasa keuangan.

Pertama, mendukung memanfaatkan teknologi digital disektor jasa keuangan dalam rangka pelayanan, teruntuk untuk masyarakat yang murah dan kompetitif.

“Kedua, memberikan kemudahan dan memperluas akses masyarakat  dan para pelaku UMKM untuk dapat masuk dalam ekosistem digital,” tuturnya. MG1

Komentar

News Feed