oleh

Fatayat NU Sulteng Dukung Pemerintah Cegah Penularan Covid-19

-Kota Palu-dibaca 82 kali

SULTENG RAYA – Ketua Pengurus Wilayah (PW)  Fatayat  Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Tengah, Zulfia, S.Ag. M.Hi  menyatakan terus mendukung upaya yang dilakukan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Salah satunya dengan mematuhi protokol kesehatan dan bersedia untuk divaksinasi.

“Pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19, harus dilakukan secara terstruktur,  dimulai dari proses edukasi terhadap masyarakat secara terus menerus, baik melalui tatap muka langsung, pembuatan flyer, stiker, baliho dan video yang isinya tentang gejala klinis Covid-19. Ini sekaligus sebagai upaya melawan informasi yang mengandung unsur hoax,” kata  Zulfia, Sabtu (9/10/2021).

Selaku pimpinan organisasi masyarakat, Zulfia menuturkan bahwa awal masuknya virus corona di Indonesia bulan Maret 2020. Banyak masyarakat menanggapinya dengan biasa saja, karena saat itu baru dua orang yang dinyatakan terpapar Covid-19.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak warga yang terpapar Covid-19, sampai akhirnya pemerintah mengumumkan Indonesia sebagai salah satu negara darurat Covid-19.

Berbagai upaya dilakukan untuk memproteksi masyarakat dari virus corona, mulai dari mengupayakan obat-obatan Kimia, sampai obat-obatan tradisional, hingga penerapan Protokol Kesehatan. Sampai akhirnya, ditemukan pemutusan rantai penularan Covid-19 melalui Vaksinasi. 

Baca Juga :   REALISASI PUPUK BERSIBSIDI TW III, Urea 56 Persen, NPK Phonska 85 Persen

Semua itu, kata Zulfia, disosialisasikan kepada masyarakat melalui media elektronik (TV dan Radio), media sosial, maupun melalui penyampaian secara langsung melalui ceramah di Majelis Taklim. Kemudian,  penyampaian langsung oleh Tim Kesehatan, Kepolisian, TNI serta semua elemen bangsa,termasuk ormas.

Seluruh energi bangsa dikerahkan untuk menyapaikan tentang bahaya virus corona. Virus yang tidak nampak secara kasat mata, tapi gejala klinis dapat dirasakan secara nyata. Virus corona bisa menyerang siapa saja, dan bisa berdampak fatal bagi orang yang terpapar.

Namun sangat disayangkan, kata Zulfia, di tengah upaya pemerintah mengakhiri masa Pandemi Covid-19, masih ada sebagian kelompok yang juga gencar mengkampanyekan bahwa virus corona itu tidak ada.  Isu  lain yang disebarkan, diantaranya seperti  virus corona itu hanya diadakan Pemerintah sebagai upaya pengalihan Isu terhadap isu-isu penting di negeri ini, virus corona dianggap sebagai proyek pengalihan anggaran negara dari satu sektor ke sektor lainnya, serta sejumlah isu-isu lainnya.

Baca Juga :   Bunda PAUD Kelurahan-Kecamatan Diminta Sosialiasikan Pentingnya PAUD Berkualitas

Kata Zulfia, menghadapi situasi yang ambivalen seperti itu, dibutuhkan kerjasama dari semua pihak untuk bisa bersinergi melakukan edukasi secara terus menerus kepada masyarakat. Menurutnya, virus corona bukanlah azab yang dihadapi dengan saling menyalahkan, virus corona bukanlah rekayasa pemerintah untuk pengalihan isu tertentu ataupun pengalihan anggaran.

“Sebagai salah satu elemen penting di negeri ini, Fatayat NU harus bisa bersinergi dengan Pemerintah dan perangkat negara lainnya, untuk  menjelaskan bahwa virus corona adalah cobaan yang harus dihadapi bersama,  mata rantai  penyebaran virus corona harus bisa diputuskan agar masa Pandemi ini segera berakhir,” jelasnya.

Menurut Zulfia, banyak hal yang bisa dilakukan dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga diri dan keluarga dari serangan virus corona, antara lain dengan menggunakan  bahasa daerah sebagai bagian dari kearifan lokal. Kemudian bisa juga menggunakan argumen-argumen keagamaan.

Zulfia menambahkan, seiring dengan penanganan Covid-19, ada sudut lain dari kehidupan beragama yang membutuhkan penanganan khusus yakni masalah kerukunan umat beragama. Menurutnya, kerukunan hidup dalam masyarakat merupakan pilar kerukunan Nasional yang dinamis, harus terus dipelihara dari waktu ke waktu.

Baca Juga :   Mas Yanto: Untung Pertalite dan Elpiji Tidak Langka Selama Pandemi

“Kita memang tidak boleh berhenti membicarakan dan mengupayakan pemeliharaan kerukunan, baik antar masyarakat maupun antar umat beragama di Indonesia,” jelasnya.

Kerukunan Masyarakat adalah keadaan hubungan sesama anggota masyarakat  yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam kehidupan sehari-hari dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Selaku Ketua PW Fatayat NU Sulteng, Zulfia mengharapkan agar masyarakat Sulteng tetap menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondisif. Dia mengharapkan agar masyarakat jangan mudah terpancing dengan isu SARA, berita hoax, ujaran kebencian, intoleransi dan menolak paham radikalisme.

“PW Fatayat NU Sulteng dengan seluruh elemen masyarakat,  siap bersinergi dengan Polri dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan serta keharmonisan masyarakat Sulteng yang sudah terjalin dengan baik selama ini. Jadilah masyarakat yang taat dan patuh hukum,”jelasnya. WAN

Komentar

News Feed