oleh

Jelang PTMT, Omzet Penjualan Seragam Sekolah Meningkat

-Kota Palu-dibaca 62 kali

SULTENG RAYA – Menjelang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), omzet penjualan seragam sekolah mengalami peningkatan. Sebelumnya, penjualan menurun drastis akibat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Palu.

“Sejak tiga minggu yang lalu sudah mulai banyak peminat pembeli, dan untuk omzet Alhamdulilah mengalami kenaikan. Dan sekarang peningkatan omzet sekitar 70 persen. Sekarang dalam sehari omzet yang kita bisa dapatkan sekitar Rp10 juta hingga Rp20 juta, dibandingkan dengan waktu level PPKM level 4, pendapat sehari kadang-kadang Rp1 juta, pernah hanya Rp500.000 saja,” kata Owner Seragam Sekolah Toko Tiga Jaya, Asrul, kepada Sulteng Raya, Ahad (10/10/2021).

Ia menjelaskan, seragam sekolah ia jual mulai dari seragam Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), dengan harga berbeda-beda.

“Untuk harga baju harganya bervariasi, tergantung kualitas. Kalau kualitasnya bagus, harganya bisa mencapai Rp100.000 ke atas, kalau yang biasa harganya Rp50.000, begitu juga dengan harga rok dan celana. Sekarang ini, yang paling banyak orang beli yaitu baju seragam SMA, karena disini  lokasinya kebanyakan Sekolah SMA, kalau untuk SMP, SD kurang yang beli,” kata Asrul.

Baca Juga :   PPKM Turun Level, ‘Angin Segar’ Usaha Warung Makan

Ia berharap, tidak ada lagi PPKM dan tidak ada sekolah online, karena itu sangat berdampak pada omzet penjualan.

“Semoga tidak ada lagi PPKM, dan semoga sekolah tatap muka berjalan dengan lancar sehingga tidak ada lagi sekolah online, karena jika diadakan lagi online, penjualan akan menurun kembali,”tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Palu dan delapan kabupaten lainnya di Sulawesi Tengah ditetapkan turun ke level II.

Kedelapan daerah itu, yakni Kabupaten Donggala, Toli-Toli, Morowali, Banggai Kepulauan (Bangkep), Parigi Moutong, Tojo Una Una, Sigi dan Kabupaten Morut.

Sementara itu, empat kabupaten lainnya, yakni Kabupaten Banggai, Banggai Laut, Buol dan Kabupaten Poso juga ikut turun level ke level III.

Hal tersebut tertuang dalam Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 48 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3,  Level 2 dan Level 1 serta mengoptimalkan Posko Penanganan Covid -19 di tingkat Desa, Kelurahan dan untuk pengendalian penyebaran Covid -19 di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Baca Juga :   Masker untuk Prokes Covid-19 dan Gaya Hidup

Turunnya level PPKM lantaran jumlah kasus Covid-19 di daerah tersebut terus melandai.

Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Masrtura, mengatakan, meski level PPKM di Kota Palu dan delapan daerah lainnya tersebut turun, namun ia berharap kepada seluruh elemen masyarakat di Sulteng agar tidak berpuas diri.

Selain itu, ia juga mendorong seluruh masyarakat yang belum divaksin ikut vaksin, demi mewujudkan hedr immunity alias kekebalan kelompok.

“Mari kita terus mematuhi protokol kesehatan, dengan cara selalu pakai masker, rajin cuci tangan dan hindari kerumunan. Mari juga kita semua untuk ikut vaksinasi segera, Vaksin saat ini sudah terdistribusi dengan baik. Olehnya, masyarakat datang untuk segera menerima Vaksinasi. Ayo untuk divaksin,” kata Gubernur Rusdy.

Selain itu, Gubernur Rusdy juga meminta kepada seluruh kepala daerah di Sulteng agar terus memaksimalkan sekolah tatap muka sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Baca Juga :   Berkat Vaksinasi Astrazeneca, Rencana Eet Bepergian ke Luar Negeri Bisa Terwujud

“Saya juga harapkan seluruh kepala daerah terus melakukan penataan dan pembinaan untuk peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat dan kegiatan sosial masyarakat. Kemudian, efektivitas pelayanan Pemerintah kepada masyarakat, agar dipastikan berjalan dengan baik sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya.

Tidak lupa, ia juga menyampaikan rasa syukur atas penurunan level PPKM ke level II di sembilan daerah di Sulteng.

“Ini semua atas kerja keras dan keseriusan bupati dan wali kota, Satgas Covid -19 , TNI dan Polri, DPRD, FOorkopimda , civitas akademik dan media yang terus melakukan penanganan Covid dengan baik, serta memberikan dukungan untuk terus mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Terima kasih pula kepada masyarakat yang telah mematuhi dengan baik protokol kesehatan, sehingga penularan Covid di Sulawesi Tengah dapat kita tekan secara bersama dan kalaborasi baik dengan semua pihak,” tuturnya.MG1/HGA/MG4

Komentar

News Feed