oleh

HMK Stikes Widya Nusantara Palu Praktik Teknik Geomembran di Penggaraman Talise

-Kota Palu-dibaca 115 kali

SULTENG RAYA – Himpunan Mahasiswa Keperawatan (HMK) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Widya Nusantara Palu melaksanakan praktik teknik geomembran LDPE di area tambak garam, Kelurahan Talise, Ahad (10/10/2021).

“Hari ini (kemarin) kami melakukan pemasangan plastik geomembran di salah satu tambak petani garam sebagai percontohan awal. Kegiatan ini merupakan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek). Kami lolos pengajuan proposal dan didanai untuk penerapan teknologi geomembran di penggaraman Talise,” ujar Dosen Pembimbing, Nelky Suriawanto, S.Si., M.Si., kepada Sulteng Raya, Ahad (10/10/2021).   

Nelky menjelaskan, alasan timnya mengajukan proposal teknik geomembran tidak ada sangkut pautnya dengan bidang kesehatan. Karena, jelas dia, PHP2D didasarkan pada keadaan yang terjadi di masyarakat.

Baca Juga :   DORONG CAPAIAN HERD COMMUNITY, PTM. Alitopan Club-TNI Angkatan Laut Vaksin Masyarakat

Kondisi yang ada, kata dia, masih banyak petani garam Talise belum menerapkan teknik geomembran, padahal banyak keuntungan yang bisa didapatkan.

Dengan menggunakan teknik geomembran, garam dihasilkan lebih putih dibandingkan menggunakan teknik konvensional atau tradisional. Kelebihan lainnya, yakni dapat mempercepat proses pengkristalan garam.

“Olehnya kami mengajukan proposal teknik geomembran penggaraman Talise dengan tujuan, sebagai upaya meningkatkan kualitas hasil panen garam sesuai standar nasional mengikuti pasaran nasional indonesia sehingga harga jual menjadi lebih tinggi,” jelas Nelky.  

Dalam pelaksanannya, HMK Stikes Widya Nusantara Palu bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah dan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar.

Baca Juga :   Kapolda Sulteng Kunjungi Rumah Korban Dugaan Asusila Oknum Kapolsek Parigi

Persiapan kegiatan telah dilakukan sejak Juli 2021 kemudian Agustus 2021 telah dilakukan kegiatan sosialisasi.

“Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama enam bulan sampai Desember 2021. Kami berharap, kedepannya semua petani garamTalise bisa menggunakan teknik geomembran,” ujar Nelky.

Adapun tim HMK Stikes Widya Nusantara Palu terdiri dari mahasiswa angkatan 2018 dan 2019 berjumlah 14 orang, yakni M Syahril, Sigitro Kedo, Dandi S Timumun, Indri Ramadhani, Fitrahhaitunnufus, Novita Tandi, Wijra Ramadani, Jihan Pahira, Khofifah Sri Wahyuni, Nivita Nanda Gabrela Tosubu, Oby Adryansyah, I Gede Wisnanda Ari Putra, Reski Eka Saputra, Sandy Claudio Labulu. NDY

Komentar

News Feed