oleh

Majelis Taklim FA-PDS Poso Webinar Komunikasi Efektif

-Pendidikan-dibaca 77 kali

SULTENG RAYA – Majelis Taklim Fatimah Az-zahra (FA) bekerja sama dengan Pengurus Daerah Salima Poso melaksanakan Webinar Komunikasi Efektif, Ahad (10/10/2021).

Kegiatan webinar mengusung tema ‘Smart Talking, Smart Listening and Smart Living’ itu, dihadiri 18 peserta, terdiri dari anggota majelis taklim dan sejumlah mahasiswa dari Kota Palu, mengahadirkan pemateri, Ari Fahry selaku dosen sekaligus Penulis Buku.

Ketua Panitia Webinar, Fatmawati Lahai, mengatakan, webinar itu diadakan untuk memberikan pemahaman terhadap muslimah agar dapat berkomunikasi dan menyampaikan sesuatu dengan baik.

Selain itu, ketika seorang muslimah berdakwah kepada masyarakat, dapat memulai dengan penggunaan bahasa dan komunikasi efektif serta mudah dipahami masyarakat.

Baca Juga :   Pelaksanaan PTMT SMPN 1 Palu Terapkan Blended Learning

Smart talking sangat menentukan dalam berkomunikasi dan menggambarkan tingkat pengetahuan seseorang. Artinya, tingkat kecerdasan seseorang dapat diukur dari bagaimana dia berbicara dan berkomunikasi dalam menyampaikan sesuatu, saat berbicara dapat menentukan apakah audients mendengarkan dan dapat menerima penyampaian tersebut,” kata Fatmawati.

Pada kesempatan itu, juga bahas pentingnya kualifikasi dalam mendengarkan atau Smart Listening. Karena, kualitas  mendengarkan juga tidak kalah penting, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penyampaian suatu ilmu.

Ia berharap, setelah kegiatan tersebut selesai, para aktifis dakwah memulai berdakwah dengan baik dan penyampaian komunikasi disampaiakan kepada masyarakat umum berjalan baik dan lancar.

“Semoga melalui kegiatan ini, kualitas komunikasi akan lebih baik, khususnya dalam beraktivitas dan berdakwah,” ucapnya.

Baca Juga :   MENDIKBUD TUGASKAN 265 DOSEN JADI DUTA KAMPUS MERDEKA, Saatnya Akselerasi Kampus Merdeka dari Dosen untuk Dosen

Sementara itu, Ari Fahry, mengatakan, komunikasi saat ini merupakan problem banyak dipelajari masyarakat, sehingga mempelajari ilmu komunikasi sangat perlu dan harus.

“Dalam penyampaian komunikasi harus berhati-hati. Terlebih, saat ini banyak informasi yang disampaikan melalui media sosial, yang mana terkadang sulit untuk membedakan yang asli dan palsu. Maka, masyarakat jangan sampai terpancing dalam berita hoaks, sehingga nantinya apabila dia telah termakan berita hoaks, maka dia akan ditandai oleh masyarakat lain sebagai orang yang menyampaiakan informasi tidak akurat,” jelas Ari Fahry yang juga Ketua Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh Palu ini. MG5/MG6

Komentar

News Feed