oleh

Usai Tugas di Poso, 120 Prajurit TNI Asal Jatim Dipulangkan. Sembilan Bulan Perkuat Ops Madago Raya

-Kab. Poso-dibaca 53 kali

SULTENG RAYA – Setelah memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) selama sembilan bulan, 120 prajurit TNI Batalyon Infanteri Para Raider 502/Ujwala Yudha dipulangkan ke kesatuannya.

Pelepasan ratusan prajurit TNI yang bermarkas di Jabung Malang Jawa Timur (Jatim) itu, dipimpin langsung Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Polisi Rudy Sufahriadi di lapangan apel Polda Sulteng, Jumat (8/10/2021) sore.

“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas keberhasilan dalam pelaksanaan tugas Operasi Madago Raya,” kata Kapolda Sulteng saat melepas prajurit TNI yang memiliki moto Ujwala Yudha itu.

Menurut Kapolda, sebagai prajurit Sapta Marga dan prajurit profesional, harus menyadari bahwa prestasi yang telah diraih harus dapat dipertanggungjawabkan dan dipertahankan, bahkan prestasi tersebut hendaknya dapat dijadikan pelajaran serta sumber inspirasi guna menghadapi tugas selanjutnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Polisi Didik Supranoto kepada media mengatakan, prajurit TNI dari Yonif Para Raider 502/Ujwala Yudha hari ini (Jumat kemarin) dikembalikan ke kesatuan yang bermarkas di Jabung Malang Jawa Timur.

“Mereka telah selesai melaksanakan tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) Madago Raya di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah selama sembilan bulan,” sebut Didik.

Didik juga menambahkan, tugas dan peran prajurit TNI Yonif Para Raider 502 akan digantikan oleh prajurit TNI Yonif 714/Sintuwu Maroso yang bermarkas di Poso, Sulawesi Tengah.

“Misi prajurit TNI Yonif 714 sama yaitu mendukung Polri dalam pelaksanaan Operasi Madago Raya untuk membantu melakukan pengejaran dan pencarian sisa DPO teroris Poso yang saat ini tinggal empat orang,” tambah Didik yang juga Kasatgas Humas Ops Madago Raya.

Diketahui, Operasi Madago Raya saat ini memasuki tahap IV yang berlangsung dari tanggal 1 Oktober 2021 sampai dengan 31 Desember 2021, upaya persuasif humanis (soft approach) akan terus ditingkatkan oleh satuan tugas Ops Madago Raya, tetapi penegakkan hukum (hard approach) kepada para pelaku juga akan diambil apabila upaya persuasif humanis tidak diindahkan. */YAT

Komentar

News Feed