oleh

Disnakertrans Sulteng Ingatkan Praktik Calo Penyalur PMI Ilegal

-Kota Palu-dibaca 36 kali

SULTENG RAYA – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi  (Disnakertrans) Sulawesi Tengah mengimbau warga di seluruh kabupaten dan kota mewaspadai dan tidak tergiur dengan tawaran bekerja di luar negeri oleh para calo penyalur Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal.

Kepala Bidang Pembinaan, Pelatihan, Pasar Kerja dan Perluasan Penempatan Tenaga Kerja (P5TK) Disnakertrans Sulteng, Firdaus, menyatakan, ada beberapa cara dapat dilakukan masyarakat agar tidak menjadi PMI ilegal.

“Cek legalitas perusahaan penyalur PMI yang ditawarkan oleh para calo di kantor dinas ketenagakerjaan setempat. Jika tidak terdaftar dan mengantongi izin Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) maka perusahaan penempatan tenaga kerja Indonesia tersebut ilegal,” jelas Firdaus, Kamis (7/10/2021).

Kemudian calo penyalur PMI ilegal biasanya menawarkan bekerja di luar negeri dengan gaji tinggi dan persyaratan dokumen yang mudah seperti hanya melampirkan dokumen paspor dan visa.

Baca Juga :   DUKUNG ADIPURA 2023, TRC DLH Palu Fokus Jaga Kebersihan di Jalan Protokol

“Harus memenuhi beberapa syarat sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Jika tidak sesuai dengan UU tersebut maka dapat dipastikan bahwa perusahaan penyalur PMI tersebut ilegal,”ujarnya.

Selain itu Firdaus mengingatkan kepada masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri namun belum siap agar tidak memaksakan diri.

“Kesiapan ini meliputi dokumen yang mesti dilengkapi sebagai PMI sebelum bekerja di luar negeri dan kesiapan diri seperti sehat jasmani dan rohani serta memiliki keahlian yang dibutuhkan oleh pemberi kerja di negara tempat PMI bekerja,”tambahnya.

Ia menerangkan Disnakertrans Sulteng bersama Badan Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berhasil memulangkan 10 Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural atau ilegal asal Sulteng sepanjang bulan Januari-September tahun 2021.

Baca Juga :   Kadis Damkarmat Palu Raih Penghargaan Inspiring Profesional dan Ledearship Award 2021

Rinciannya empat orang asal Kabupaten Parigi Moutong, tiga orang asal Donggala, satu orang asal Banggai Laut, satu orang asal Tojo Una-Una dan satu orang asal Kota Palu.

“10 orang PMI ilegal tersebut telah kembali ke kampung halamannya setelah Disnakertrans Sulteng bersama BPMI berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) dan kedutaan besar di negara para PMI ilegal itu bekerja,”katanya.

Firdaus menambahkan mereka bekerja sebagai PMI ilegal di sejumlah negara di antaranya Singapura, Malaysia, Abu Dhabi, Arab Saudi, Oman, Hongkong dan Taiwan.HGA

Komentar

News Feed