oleh

NTP Sulteng Tinggi, Sumbangsih Subsektor Perkebunan Dominan

-Kota Palu-dibaca 43 kali

SULTENG RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) daerah sepanjang September 2021 sebesar 101,76 persen, naik 1,00 persen dibanding bulan sebelumnya.

Angka NTP tersebut cukup tinggi karena sudah melampaui 100 persen yang berarti biaya yang dikeluarkan petani masih lebih kecil dibandingkan dengan kebutuhan petani, baik konsumsi maupun produksi pertanian.

NTP tertinggi terjadi pada subsektor perkebunan sebesar 105,06 sedangkan NTP terendah terjadi pada subsektor Hortikultura sebesar 94,32.

“NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produksi pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi, kata Koordinastor Statistik Produksi Sutrisno, belum lama ini.

Baca Juga :   PROGRAM SELAMA PANDEMI COVID-19, Kesehatan Napi di Lapas Kelas II A Palu Rutin Dikontrol

Sedangkan indeks harga yang diterima (It) mengalami peningkatan indeks sebesar 0,91 persen dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami penurunan indeks sebesar 0,08 persen.

Selanjutnya, untuk Nilai Tukar Usaha Rumahtangga Pertanian (NTUP) sebesar 103,37 atau mengalami peningkatan sebesar 0,63 persen dibandingkan Agustus 2021.

“NTUP ini menghitung biaya petani, khusus di operasional pertanian saja, tanpa mempertimbangkan biaya diluar itu,” tuturnya.

Di tingkat nasional pada bulan September 2021, NTP mengalami kenaikan sebesar 0,96 persen bila dibandingkan dengan NTP bulan Agustus, sedangkan untuk NTUP juga mengalami kenaikan sebesar 0,74 persen

Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Usaha Petani di tingkat nasional pada bulan September 2021 masing-masing sebesar 105,68 persen dan 105,58 persen. RHT

Komentar

News Feed