oleh

Ratusan Warga Binaan Lapas Olaya Mengamuk, Dipicuh Dugaan Penganiayaan Oknum Petugas Lapas Kepada Warga Binaan

SULTENG RAYA – Ratusan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas III Olaya, Parigi mengamuk, Kamis (7/10/2021) sekitar pukul 16.00 Wita sore kemarin.

Kericuhan itu dipicu adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum petugas lapas terhadap lima warga binaan yakni Diki Panji (23 tahun), Bajrin Zakaria (38), Isran (29), Mustakin alias Aco (30) dan Satrio (37).

Akibat dugaan penganiayaan itu, ratusan warga binaan melakukan tindakan anarkis dengan merusak sejumlah fasilitas dalam ruangan lapas. Selain itu, warga binaan juga melakukan aksi lempar batu, dan beberapa botol kaca kearah para petugas yang mencoba menenangkan warga binaan.

Kepala Lapas Olaya Parigi, Muhammad Askari Utomo berusaha menenangkan warga binaan dan meminta agar tuntutan mereka disampaikan secara baik-baik. Namun, upaya itu tidak berhasil, bahkan warga binaan masih terus melakukan tindakan pelemparan ke arah petugas lapas.

Baca Juga :   DIREKTUR PSD KEMENDIKBUD RISTEK, Apresiasi Rembuk Pendidikan di Parmout

Akibat tindakan anarkis itu, aparat kepolisian yang sudah berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) terpaksa melepaskan tembakan peringatan. Namun, ratusan warga binaan itu tetap berupaya menerobos gerbang utama menuju pintu keluar lapas.

Sementara, dari luar lapas terlihat asap membumbung tinggi dari sisi kanan bagian dalam lapas. Diperkirakan asap itu berasal dari ban bekas dan peralatan lain yang dibakar warga binaan.

Upaya persuasif dilakukan oleh aparat kepolisian untuk menenangkan warga binaan. Dari hasil negosiasi, warga binaan meminta agar wartawan masuk ke dalam lapas untuk mendengarkan tuntutan mereka. Selain itu, warga binaan juga meminta dokter untuk melakukan visum terhadap warga binaan yang diduga dianiaya oleh oknum petugas lapas.

Tuntutan itu akhirnya dipenuhi, beberapa wartawan dan dua orang dokter dipersilahkan masuk mendengarkan tuntutan dan melakukan visum dengan pembatas jeruji besi.

Salah seorang warga binaan menuturkan, kericuhan itu dipicu hanya karena masalah sepele yakni adanya warga binaan yang kedapatan petugas lapas mengggunakan HP. Namun oknum petugas lapas langsung melakukan pemukulan kepada warga binaan yang kedapatan menggunakan HP tersebut, Bahkan katanya, oknum petugas menempelkan kakinya ke mulut warga binaan.

Baca Juga :   Anggota DPRD Parmout Minta Dana Rapid Antigen Berbayar Dikembalikan

“Kita ini warga binaan hanya menuntut keadilan. Tidak ada provokator disini, ini spontanitas. Kami minta keadilan, kalaupun ada teman-teman kami yang melakukan kesalahan, jangan langsung main pukul, masih ada hukuman lain, barangkali mo disuruh sapu lapangan. Kami bukan binatang, kami ini manusia, kami mau dibina,” tegas Moh Rizal mewakili rekan-rekannya.

“Kalau kami mau lari, berapa lama kami bongkar ini (menunjuk pintu jeruji besi). Kami tidak mau lari, kami hanya menuntut keadilan.  Banyak yang sering memukul, kami dianiaya terus disini,” jelasnya sambal menyebut beberapa nama oknum petugas.

Warga binaan menuntut agar oknum petugas yang melakukan penganiayaan dikeluarkan atau dipindahtugaskan dari Lapas Olaya.

Baca Juga :   DIREKTUR PSD KEMENDIKBUD RISTEK, Apresiasi Rembuk Pendidikan di Parmout

Sementara itu, Kepala Lapas Olaya Mohamad Askari Utomo mengatakan, apapun tuntutan warga binaan akan didengarkan dan diteruskan ke atasannya. Namun pihaknya akan fokus agar situasi kondusif.

“Yang jelas, apapun tuntutan mereka, kita dengarkan dan akan kita teruskan ke pimpinan. Yang jelas fokus kami sampai detik ini, bagaimana situasi cepat terkendali,”ujarnya menjawab pertanyaan wartawan.

Askari menambahkan, terhadap tuntutan warga binaan itu akan dilakukan klarifikasi dan verifikasi dari semua arah dan pasti akan dilakukan pemeriksaan dari pimpinan dan pihaknya siap untuk diperiksa.

Hingga tadi malam, ratusan aparat gabungan TNI dan Polri dan petugas pemadam kebakaran bersiaga di halaman Lapas. Bahkan, ada pasukan tambahan dari Brimob Polda Sulteng untuk membantu mengendalikan situasi agar cepat kondusif. AJI

Komentar

News Feed