oleh

Aktivitas PT Agro Nusa Abadi Diduga Ilegal

-Kab. Donggala-dibaca 134 kali

SULTENG RAYA – Front Rakyat Advokasi Sawit (FRAS) Sulteng menegaskan, aktivitas PT Agro Nusa Abadi diduga ilegal.

FRAS Sulteng pun mendesak, agar Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura segera menertibkan aktivitas perusahaan PT Agro Nusa Abadi di Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara (Morut).

“Aktivitas perusahaan ini banyak membuat masyarakat menderita karena praktek-praktek kejahatan yang dilakukan oleh PT Agro Nusa Abadi. Penyelesaiaan kasus ini harus menjadi tanggung jawab pemerintah Provinsi Sulteng, apalagi penyelesaiaan kasus konflik agraria ini telah menjadi fokus dan prioritas dari pemerintah Jokowi,” tegas Koordinator Front Rakyat Advokasi Sawit, Eva Bande, Selasa (5/10/2021).

Eva menjelaskan, sejak tahun 2006 masalah konflik agraria yang melibatkan masyarakat Petasia Timur dengan perusahaan PT Agro Nusa Abadi sampai dengan saat ini tidak terselesaikan.

Baca Juga :   Pedagang di Anjungan Gonenggati Bakal Direlokasi

“Dalam catatan kami Front Rakyat Advokasi Sawit (FRAS) terdapat 300 lahan masyarakat Petasia Timur yang dirampas oleh PT Agro Nusa Abadi dan terdapat empat orang masyarakat yang dijerat hukum dengan tuduhan pencurian buah sawit,” jelasnya.

Eva menilai, perusahaan itu adalah perusahaan yang kebal terhadap hukum, melihat perusahaan ini  diduga tidak memiliki legalitas dalam pengoperasiannya alias ilegal. Kantor Staf Presiden pernah datang ke Morowali Utara untuk menyelesaikan kasus perampasan lahan masyarakat oleh PT Agro Nusa Abadi. Hasil kajian Ombudsman Perwakilan Sulawesi Tengah juga pada tahun 2018 menyimpulkan bahwa terjadi maladministrasi terhadap aktivitas perusahaan PT Agro Nusa Abadi, dalam hal ini perusahaan  tersebut tidak memliki IUP-B.

Baca Juga :   Fraksi PKS Minta Belanja Operasi 2022 Dirasionalisasi

“PT Agro Nusa Abadi adalah aktor utama penyebab rentetan kasus-kasus perampasan lahan dan kriminalisasi terhadap petani yang terjadi di Petasia Timur Morowali Utara. Perusahaan ini merupakan anak dari perusahaan Astra Agro Lestari yang mayoritas sahamnya dikuasai oleh Jardine Matheson Group, tercatat perusahaan ini telah memonopoli 461.072 Ha lahan yang ada di Indonesia. Dari total luasan lahan tersebut, Astra Agro Lestari pada tahun 2017 telah memiliki total keuntungan US$ 6.100 Juta,” sebutnya.

Lanjutnya, kekayaan yang dimiliki oleh Grup Astra Agro Lestari ini buah dari hasil dari perampasan-perampasan lahan anak dari perusahaan Astra Agro Lestari seperti apa yang dipraktekkan oleh PT Agro Nusa Abadi di Petasia Timur Kabupaten Morowali Utara. ADK

Komentar

News Feed